Bukan Hanya Skill Pemain, Ini Rahasia Liverpool Bisa Bertakhta di Puncak Premier League

Rekanbola – Jurgen Klopp membagikan rahasia Liverpool yang tetap stabil sejauh 20 pertandignan Premier League 2018/19 ini. Bukan hanya kemampuan individu setiap pemain The Reds, Klopp juga menjelaskan pentingnya sikap.

Liverpool memang tampil stabil sejauh musim ini. Mohamed Salah dkk. belum pernah menelan kekalahan dari 20 pertandingan (17 kemenangan dan 3 hasil imbang). Catatan itu tentu terbilang impresif.

Jumat (4/1) dini hari WIB nanti, Liverpool akan menghadapi ujian terbesar musim ini, melawat ke markas Man City. Jika menang, Liverpool bisa memperlebar jarak jadi 10 poin dari Man City di posisi ketiga dan sembilan poin dari Tottenham di posisi kedua.

Laga ini krusial tetapi juga berbahaya. Baca ulasan selengkapnya di bawah ini:

Sikap

Berada di puncak klasemen sebenarnya lebih sulit ketimbang mengejar di posisi kedua atau ketiga. Sebagai pemuncak klasemen, skuat Liverpool harus mampu menjaga stabilitas sambil menjaga fokus, lengah sedikit saja bisa berbahaya.

“Saya melihat sikap dan suasana hati mereka [para pemain] pada setiap pertandingan dan pada sesi latihan. Kami semua adalah individu tetapi tak ada yang perlu kami bicarakan sekiranya ada sesuatu yang berjalan keliru,” kata Klopp di laman liverpoolfc.

“Hasil positif dan performa yang apik menghadirkan kepercayaan diri. Kami sudah berhasil mendapatkan hasil yang apik dan performa yang sangat bagus, dan para pemain memiliki kualitas untuk melakukan itu.”

“Seperti yang selalu saya katakan, selama kami mampu mengkombinasikan potensi kami dengan sikap yang tepat, itu akan jadi kualitas kami.”

Terasa Berbeda

Liverpool © AFP

Lebih lanjut, Klopp juga menjelaskan pentingnya laju Liverpool sampai final Liga Champions musim lalu. The Reds memang tak juara tetapi pengalaman itu begitu berharga bagi mereka.

Baca Juga:   Barca Layangkan Tawaran untuk Playmaker Rusia

“Saya pikir pada akhirnya kami berhasil membuang beban di pundak kami ketika mencapai final Liga Champions. Kami tidak juara, tetapi itu tetap hebat karena bukan 20 tim yang mencapai final.”

“Jadi itu adalah momen para pemain melakukan sesuatu yang spesial. Ya, kami tidak juara, tetapi laju kami luar biasa. Sejak saat itu, semuanya terasa berbeda,” tandas Klopp.