Bundesliga Dikuasai Munchen, Lahm: Ini Berbahaya!

Rekanbola – Bayern Munchen hampir selalu dipastikan sebagai juara Bundesliga jauh sebelum kompetisi berakhir, hingga membuat Phillip Lahm khawatir. Sang legenda itu pun menuntut tim lainnya untuk memberikan tantangan kepada bekas klubnya.

Timpangnya komposisi tim-tim lain membuat klub berjuluk Die Bavarians itu selalu keluar sebagai juara Bundesliga. Bahkan yang lebih parahnya lagi, mereka selalu dinyatakan sebagai pemenang sejak beberapa pekan sebelum kompetisi usai.

Contohnya pada musim kemarin, tim yang kala itu diasuh Jupp Heynckes sudah dipastikan sebagai pemenang saat masih bulan April. Di klasemen akhir, Bayern Munchen unggul 21 poin dari tim peringkat dua, Schalke 04.

 

Baca Juga : Tak Cetak Gol di Piala Dunia Tak Ganggu Tidur Giroud

 

Berbahaya untuk Bundesliga

Hal itu jelas mengundang kekhawatiran dari Lahm, yang sempat merasakan Bundesliga bersama Bayern Munchen dan VfB Stuttgart selama 15 tahun. Ia menganggap minimnya persaingan akan berbahaya untuk kompetisi tertinggi di Jerman tersebut.

“Adanya persaingan penting bagi kesehatan Bundesliga. Saya senang Bayern juara, tetapi itu akan lebih baik jika tim lain bisa menantang mereka,” ujar Lahm kepada Marca.

“Di Spanyol, Barcelona, [Real] Madrid, dan Atletico Madrid bisa memenangkan La Liga. Di sini [Jerman], perburuan gelar berakhir pada bulan April,” lanjutnya.

 

Baca Juga : Modric: Ronaldo Bilang Saya Layak Terpilih Jadi Pemain Terbaik Eropa

 

Pujian untuk Guardiola

Selama membela Munchen, Lahm sempat merasakan pengalaman dilatih oleh pelatih sekaliber Josep Guardiola. Saat ditanya mengenai pria asal Spanyol tersebut, Lahm tanpa sungkan melayangkan pujian.

“Pep adalah pelatih super. dia sangat bagus, terbaik dalam menganalisis lawan serta konsep permainannya,” tambahnya.

Baca Juga:   Everton Buru Dua Bek Manchester United

“Saya tidak tahu apakah dia memberi dampak kepada sepak bola Jerman, tetapi dia meninggalkan bekas kepada kami di Bayern berkat caranya menganalisis serta mengedukasi para pemain di posisinya serta cara mereka bermain,” pungkasnya.

Guardiola sendiri meninggalkan Allianz Arena karena kontraknya berakhir pada penghujung musim 2015-2016. Di klub tersebut, ia berhasil mempersembahkan total tujuh trofi, tiga di antaranya datang dari Bundesliga.