Buron Hampir Setengah Abad, Pria Ini Akhirnya Ditangkap

 

Rekanbola.com – eribahasa “Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga,” nampaknya benar-benar terjadi pada Joseph James DeAngelo (72). Hampir setengah abad menjadi buronan, DeAngelo akhirnya ditangkap.

BACA JUGA :

7 Hal Sepele Yang Kamu Lakukan Ini Bikin Orangtuamu Bangga

1. Terlibat 12 pembunuhan dan 50 pemerkosaan

Buron Hampir Setengah Abad, Pria Ini Akhirnya Ditangkap

Dikutip dari CNN, dia merupakan pelaku serangkaian pembunuhan, pemerkosaan, dan penyerangan pada tahun 1970-an dan 1980-an.

“Kami semua tahu bahwa kami sedang mencari jarum di tumpukan jerami,” kata Jaksa Distrik Sacramento Anne Marie Schubert saat melakukan konferensi pers, Rabu (25/4/2018). “Kami menemukan jarum di tumpukan jerami dan itu ada di sini di Sacramento.”

DeAngelo, ditangkap Selasa karena dituduh melakukan pembunuhan yang terkenal dengan skandal “Golden State”. Dia dituduh melakukan pembunuhan terhadap 12 korban dan 50 perkosaan. Parahnya, aksi itu dilakukan pada 10 tempat berbeda di California.

2. Tertangkap karena kembali melakukan kejahatan

Buron Hampir Setengah Abad, Pria Ini Akhirnya Ditangkap

Kecanggihan teknologi telah berjasa besar dalam kasus ini. Kasus ini berhasil diungkap setelah kepolisian mencocokkan sampel DNA yang dibuang dari rumahnya dengan bukti penyelidikan.

Kasus ini sebenarnya hampir terlupakan sebelum akhirnya DeAngelo kembali melakukan kejahatan minggu lalu. Dalam pemeriksaan diketahui bahwa data DNA yang dimilikinya sesuai dengan pelaku dalam kasus pembunuhan “Golden State”. Saat ini, DeAngelo ditahan tanpa jaminan di Sacramento sebelum diadili Jumat siang.

3. Tersangka adalah seorang mantan polisi

Buron Hampir Setengah Abad, Pria Ini Akhirnya Ditangkap

Uniknya, tersangka adalah mantan perwira polisi Auburn, California, yang dipecat pada 1979. Dia dipecat karena mengutil sekaleng pengusir anjing dan palu dari toko obat.

Kepala Kepolisian Sacramento, Scott Jones mengatakan bahwa ia juga sempat bekerja sebagai petugas polisi di Exeter dan Auburn antara 1973 dan 1979.

Baca Juga:   Kebijakan Trump Tak Buat Surut Semangat Pengungsi

“Sangat mungkin dia melakukan kejahatan ini selama dia dipekerjakan sebagai petugas perdamaian, dan jelas kami akan mencari tahu apakah itu benar-benar di tempat kerja,” kata Jones.

Adapun Kepala Polisi Exeter, John Hall berkata, “Sungguh mengejutkan bahwa seseorang dapat melakukan kejahatan keji seperti itu, dan mencari tahu seseorang dalam posisi kepercayaan dapat mengkhianati yang benar-benar tidak dapat dipercaya.”

Departemen Kepolisian Auburn mengatakan akan “melakukan segala yang ada dalam kekuatannya untuk mendukung penyelidikan ini dan penuntutan apa pun yang menyusul.”

(Sumber : news.idntimes.com)

BACA JUGA :