Buron Pembantai Istri di Makassar Menyerahkan Diri ke Polisi

Rekanbola – Setelah buron selama 4 tahun, Mustakim pria asal Makassar ini akhirnya ditangkap polisi setelah kasus pembunuhan terhadap istrinya sendiri pada 2014 silam. Dia tega membunuh istrinya, karena cemburu.

Kasus ini terjadi pada bulan Oktober 2014 di Grand Sudiang Residance Blok B No 7, Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Mustakim tega menebas leher istrinya, Mira (25), lantaran cemburu dan terlibat cekcok dengan sang istri. Saat melakukan aksinya 2014 silam, Mustakim berprofesi sebagai driver mobil rental di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

“Kejadian terjadi 16 Oktober 2014, di mana tersangka melakukan penganiayaan terhadap istrinya. Motif kejadian ini adalah tersangka cemburu dan juga adanya sering pertengkaran yang terjadi dengan korban,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono di Mapolrestabes Makassar, Selasa (25/9/2018).

Pelaku merasa curiga terhadap korban soal adanya pria idaman lain. Kemarahan pelaku semakin memuncak saat korban menolak memberikan kata sandi terhadap akun media sosial dan handphone miliknya.

“Tersangka emosi lalu mengambil parang dan seketika tindakan penganiayan dengan pembacokan bagian leher korban,” terangnya.

Setelah melakukan aksinya ini, korban pun langsung melarikan diri dengan sempat mengambil kalung perhiasan korban. Kalung ini dijual di Pasar Daya dengan harga Rp 1 juta sebagai modal melarikan diri. Pelaku pun melarikan diri ke luar kota dan sempat bekerja di beberapa kota seperti Timika, Sulawesi Tenggara, Jakarta dan terakhir di Ketapang, Kalimantan Barat.

Namun pada akhirnya Korban pun merasa lelah melarikan dan menyerahkan diri ke kantor polisi di Katapang. Selama melarikan diri, pelaku bekerja sebagai sopir perabutan.

“Di Ketapang, beliau menyerahkan diri. Adapun menyerahkan diri karena tersangka rindu anak yang ditinggalkannya. Saat ini umur anaknya 11 tahun. Dia juga dihantui rasa bersalah terhadap korban,” terangnya.

Baca Juga:   Ditinggalkan Orangtuanya, Bocah 10 Tahun Ini Banting Tulang Besarkan Kedua Adiknya. Hidupnya Keren Banget Lho!

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau kurungan 20 tahun penjara.