Camat di Jember Sebut Balita Stunting di Wilayahnya Capai 76 Anak

Rekanbola – Siti Nafila, bocah perempuan asal Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk yang memiliki tinggi dan berat badan di bawah rata-rata, ternyata tak sendirian. Ada puluhan anak yang mengalami nasib serupa dengannya.

Dari data pemerintah setempat, ternyata ada 76 balita di Kecamatan Jelbuk yang mengalami kondisi yang kerap disebut stunting itu.

“Data yang masuk ke kita ada 76 balita stunting di mana tinggi badan tidak sesuai dengan usia. Ini tersebar di 6 desa,” kata Camat Jelbuk, Bobby Arisandi saat dikonfirmasi rekanbola, Jumat (24/8/2018).

Bobby menjelaskan, sejak menjabat Camat Jelbuk 3 bulan lalu, ia kerap mendapat laporan tentang adanya balita stunting di wilayah kerjanya.

“Terdata 76 balita, tapi saya kurang yakin, mungkin bisa lebih banyak, sebab ada desa yang jumlah balita stuntingnya dilaporkan cuma satu. Padahal desa di bawahnya, ada sekitar 16,” tutur camat yang wilayah kerjanya tidak jauh dari lereng pegunungan Argopuro ini.

Oleh karena itu, sambung Bobby, pihaknya terus melakukan pendataan hingga mendapat data yang valid. Selain itu, pemerintah kecamatan bersama petugas kesehatan berupaya agar ibu hamil dan bayi yang masih di bawah 2 tahun mendapat asupan gizi yang cukup. Semisal lewat posyandu dan pengecekan kondisi ibu hamil secara rutin.

“Salah satunya dengan memberikan kolak kacang hijau, telur atau biskuit. Kita bantu pemenuhan gizinya lewat posyandu dan pengecekan kondisi ibu hamil secara rutin. Ini berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat. Makanya kita terus bantu,” ujar Bobby.

Pihaknya juga mendorong warga yang mayoritas petani untuk menanam tanaman yang memiliki gizi tinggi.

“Jadi misalnya sebagian lahan ditanami kacang-kacangan, sayur, untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya. Sebenarnya makanan bergizi itu kan tidak harus mahal juga,” tutur Bobby.

Baca Juga:   Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng Kini Kesulitan Susu Balita

Bobby menyadari bila stunting harus ditekan karena dapat menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat bila dibiarkan dalam jangka panjang. Sebab ketika keadaan fisik tidak tumbuh sempurna, maka akan berdampak pada usaha pemenuhan kebutuhan ekonominya.

“Jadi stunting ini seperti lingkaran setan. Disebabkan karena faktor ekonomi dan bisa mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. Maka perlu kerja bersama-sama untuk menekan jumlahnya,” pungkas Bobby.