Cara Menghadapi Perlakuan Body Shaming

REKANBOLA – Komentar ‘kamu kok gendutan?’ atau ‘sekarang kamu keliatan kurus ya?’ serngkali dijadikan sebagai salah satu basa-basi dalam percakapan atau sebuah bentuk perhatian kita kepada orang lain. Namun, apakah benar hal tersebut merupakan bentuk perhatian? Atau jangan-jangan kita tengah melakukan body shaming?

Body shaming merupakan perilaku menjelek-jelekan penampilan orang lain atau membandingkan kondisi fisik seseorang dengan orang lain. Tak hanya dari orang lain saja, perlakuan body shaming bahkan bisa didapatkan dari diri sendiri, yaitu saat kita memberikan komentar negatif terhadap penampilan fisik kita.
Bagi beberapa orang, mengomentari penampilan kolega atau orang lain adalah suatu hal yang wajar, tanpa maksud apapun. Tapi, menjadi sasaran komentar tersebut memang sangat tidak menyenangkan. Berikut merupakan beberapa cara mengurangi perasaan malu setelah mendapatkan perlakuan body shaming.
  • Belajar Bersyukur
Segala sesuatu yang ada pada diri kita patut disyukuri. Misalnya, daya pikir dan juga kreativitas yang tinggi, pembawan diri yang asyik, ada bakat di bidang tertentu atau kesehatan yang membuat kita bisa menjalani hidup dengan produktif.
Jika kita fokus pada hal-hal yang positif, maka rasa syukur pun akan tumbuh. Sehingga kita bisa menerima serta mencintai diri sendiri.
  • Menyadari dan Menerima Kekurangan
Berkulit gelap, bertubuh kurus atau berambut keriting bukan sesuatu yang negatif. Jadi, berhenti untuk membuat hal-hal tersebut terkesan negatif dalam diri, agar kita bisa lebih percaya diri.
Jika hal-hal tersebut memang bisa diperbaiki, maka lakukan sesuatu untuk memperbaikinya. Jadikan perasaan negatif tersebut sebagai motivasi. Tapi, jika tidak bisa diperbaiki, belajarlah menerimanya sebagai bagian dari diri anda. Anda bisa mengembangkan potensi lain yang bisa menutupi kekurangan anda tersebut.
  • Ciptakanlah Inner Supporter yang bisa melawan Inner Bully
Baca Juga:   Cara Ampuh Ubah Kebiasaan Begadang
Tanamkan kata kata yang menjadi penguat bagi diri, contohnya ‘saya seksi’ atau ‘saya cantik’, semakin sering kata-kata tersebut diulang, Anda bisa semakin mempercayainya. Dengan demikian, Anda tak akan memedulikan perlakuan body shaming yang diterima dari orang lain.
Ingatlah, apa yang anda pikirkan tentang diri sendiri jauh lebih penting dibandingkan apa yang orang lain pikirkan tentang anda. Jadi, jangan biarkan pendapat orang lain tentang fisik anda melumpuhkan potensi dalam diri anda.
  • Ubah Pola Pikir terhadap Diri Sendiri
Bila seseorang mempercayai bentuk tubuhnya buruk, maka informasi yang mengatakan sebaliknya tak akan diproses oleh otak. Maka dari itu, ubah terlebih dulu pola pikir dan pendapat Anda tentang diri sendiri.
Semakin Anda yakin bahwa diri Anda buruk, maka semakin mudah pula tindakan body shaming memunculkan efek negatif pada diri anda dan makin susah juga anda menerima pujian dari orang lain.
  • Selektif terhadap Pesan di Medsos
Penggunaan medsos alias media sosial turut berpengaruh terhadap persepsi seseorang terhadap Body Shaming. Maka dari itu, pilihlah pesan positif di medsos. Ikuti akun yang mempopulerkan ajakan menerima, menghargai dan mencintai diri sendiri.
Jauhi akun-akun yang menonjolkan pentingnya penampilan fisik daripada kualitas diri yang lain. Terlebih lagi yang memang mengandung lelucon atau ejekan tentang kondisi fisik seseorang.
Orang yang malu dengan kondisi tubuhnya biasanya akan sembunyi dan menghindari tampil didepan umum. Tentunya hal ini akan mengganggu kehidupan sosial.
Jika Anda termasuk korban body shaming, bentengilah diri dengan rasa bangga dan percaya diri. Dengan demikian, ejekan dari orang lain tak akan menyakiti atau membuat anda rendah diri. Tapi, bila anda tak bisa mengatasinya, coba untuk konsultasi dengan psikolog.
Sebaliknya, jika Anda sering melakukan body shaming, meski tanpa disadari, hentikan kebiasaan tersebut. Karena dampak negatifnya bukan hanya kepada orang lain saja, tapi juga pada diri anda sendiri.