Cegah Agresi Iran, AS Jual Senjata Senilai USD 8,1 M ke Saudi dan Sekutunya

REKANBOLA – Amerika Serikat (AS) menjual senjata senilai USD 8,1 miliar ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Yordania. Penjualan tersebut dilakukan guna mencegah agresi yang dilakukan oleh Iran.

Dilansir AFP, Sabtu (25/5/2019), penjualan senjata itu dilakukan tanpa persetujuan kongres. Sejumlah anggota parlemen AS pun mengkritik penjualan tersebut karena khawatir akan digunakan untuk menyerang Yaman.

“Penjualan ini akan mendukung pencegahan bangsa kita dan mempertahankan diri dari Republik Islam Iran,” kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

Penjualan tersebut sebelumnya diumumkan pada Jumat (24/5) waktu setempat oleh senator Robert Menendez. Mereka khawatir senjata yang dijual akan berkontribusi pada krisis kemanusiaan di Yaman.

“Saya kecewa, tetapi tidak terkejut bahwa pemerintahan Trump telah gagal untuk memprioritaskan kepentingan keamanan nasional jangka panjang kami atau untuk membela hak asasi manusia, dan sebaliknya memberikan bantuan kepada negara-negara otoriter seperti Arab Saudi,” ujar Menendez.

Senator lainnya, Dianne Feinstein, mengatakan bahwa AS perlu mengendalikan perang di Yaman, bukan memberikan lebih banyak senjata ke Arab Saudi.

“Perang yang dipimpin Saudi di Yaman bukanlah keadaan darurat, itu adalah kejahatan terhadap kemanusiaan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat seiring AS mengerahkan sebuah kapal induk dan pesawat-pesawat pengebom B-52 ke kawasan Teluk Persia. Pengerahan itu disebut Washington untuk menghadapi apa yang mereka sebut sebagai ‘ancaman’ Iran.

Departemen Pertahanan AS atau Pentagon pada Kamis (23/5) waktu setempat akan menyampaikan rencana ke Gedung Putih untuk mengirimkan hingga 10 ribu tentara ke Timur Tengah. Ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan pertahanan terhadap kemungkinan ancaman Iran.

Baca Juga:   Demi 'Gegayaan', Bocah Ini Bunuh Pengemudi Taksi Online