Cemburu, Alves Ingin Barter Trofi Dengan Buffon

Rekanbola – Dani Alves cemburu dengan kesuksesan Gianluigi Buffonmeraih trofi Piala Dunia 2006 dan ingin menukar trofi itu dengan trofi Liga Champions miliknya.

Di sepanjang karirnya di level klub, Alves jelas bisa dibilang sangat sukses. Berbagai gelar sudah pernah direngkuh oleh pemain asal Brasil tersebut.

Ia pernah jadi juara La Liga dan juga Serie A, plus Ligue 1. Ia juga pernah memenangkan trofi UEFA Super Cup plus banyak gelar domestik lain di Spanyol, Italia dan Prancis. Selain itu ia juga pernah memenangkan trofi Liga Champions sebanyak tiga kali yakni pada tahun 2009, 2011, dan 2015 bersama Barcelona.

Sayangnya ia tak cukup sukses bersama tim Samba. Meski mengoleksi 107 caps, ia hanya bisa menyumbangkan Copa America pada tahun 2007, serta Piala Konfederasi pada tahun 2009 dan 2013.

Di sisi lain, di sepanjang karirnya Buffon tak pernah bisa meraih trofi Liga Champions. Akan tetapi ia bisa merengkuh trofi Piala Dunia pada edisi tahun 2006.

 

Barter Trofi

Keinginan Alves untuk bertukar trofi itu diungkapkan oleh rekan setimnya di PSG, Buffon.

“Saya akan memberitahu Anda sesuatu. Beberapa hari yang lalu, saya sedang mandi setelah sesi latihan dan Dani Alves menatap saya,” bukanya seperti dilansir Calciomercato.

“Ia memberi tahu saya: ‘Gigi, saya ingin memberi Anda tiga trofi Liga Champions saya dan mendapatkan Piala Dunia Anda sebagai gantinya,” beber Buffon.

 

Alasan Alves

Buffon juga membeberkan alasan mengapa Alves begitu mengidamkan trofi Piala Dunia. Sebab dengan trofi tersebut, bek berusia 35 tahun itu merasa ia bisa memberikan kontribusi yang besar bagi negaranya.

Baca Juga:   Sane Jelaskan Sulitnya Jadi Pemuncak Klasemen Premier League

“Liga Champions sangat bagus tetapi Piala Dunia memberi saya perasaan bahwa saya telah melakukan sesuatu untuk negara saya,” ucap Buffon mengutip perkataan Alves.

“Perjuangan Anda begitu keras untuk memenangkan Liga Champions, saya memenangkan lima, tetapi akan mengambil trofi Piala Dunia Anda sebagai gantinya.”