Cerita Hauwke Soal Ribetnya Aturan Berkendara di China

Rekanbola –  Surat Izin Mengemudi (SIM) Internasional adalah salah satu syarat utama bagi pengemudi yang ingin berkendara di negara lain. Sepanjang negara yang menjadi lokasi berkendara merupakan peserta Konvensi Internasional tentang Lalu Lintas Jalan yang pernah digelar Perserikatan Bangsa-Bangsa. Berbicara mengenai SIM Internasional, ada satu cerita yang dibawa Hartawan “Hauwke” Setjodiningrat dari

BACA JUGA : Hatchback Terlaris, Yaris Sukses Asapi Jazz

perjalanannya berkeliling dunia selama tiga tahun terakhir. Sejak pertengahan 2014 hingga akhir 2017, tercatat sudah ada 60 negara yang dilalui Hauwke. Baca juga : Setelah 60 Negara, Hauwke Melanjutkan Tur Keliling Dunia Dari 60 negara, Hauwke menyebut SIM Internasional yang dimilikinya bisa digunakan di 59 negara. Satu-satunya negara yang disebut Hauwke tidak menerima penggunaan SIM Internasional adalah China. Advertisment Proses pembuatan SIM Internasional(Stanly/Otomania) “Di China ketika mau melintas

perbatasan, kita disuruh foto untuk bikin SIM baru. Karena SIM punya kita tidak berlaku,” kata Hauwke saat ditemui di rumahnya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (13/3/2018). Baca juga : Mau Punya SIM Internasional? Begini Prosesnya Selain itu, Hauwke menyebut dirinya juga harus selalu didampingi pemandu yang merupakan petugas resmi dari Pemerintah China. Tanpa pemandu, maka dirinya tak bisa mengendarai

sendiri mobilnya. “Misal kita lagi di hotel, ingin keluar jalan-jalan, itu juga harus sama pemandu. Kalau pemandunya lagi tidak ada ya sudah harus jalan-jalan naik taksi,” ujar Hauwke.

(Sumber : kompas.com)

Baca Juga:   Beda Banget, Kondisi Bayi Baru Lahir Sebelum dan Sesudah Mandi