Cerita Lucu Hughes, Beli Rumah Judi Untuk Matikan Lampu Neon yang Silaukan Mata

REKANBOLA – “Orang Kaya-mah Bebas”. Kata-kata ini memang benar adanya. Adalah miliuner Howard Hughes, pria yang dengan kekayaannya membeli sebuah rumah judi lantaran lampu neon bertuliskan trademark kasino tersebut sering membuat matanya silau.

Melansir laman kickfacts.com, Hughes mengaku sering terbangun di malam hari, lantaran lampu neon dari kasino tersebut menyala-nyala dan menyorot langsung kamarnya. Tak tanggung-tanggung, Hughes lantas membeli kasino tersebut beserta seluruh isinya dan mematikan lampu neon bertuliskan Silver Slipper.

Saat ditanya, apakah tujuannya membeli kasino adalah salah satu cara untuk melebarkan sayap bisnisnya. Hughes justru dengan enteng menjawab bahwa satu-satunya alasan dia membeli kasino itu adalah lantaran lampu neon yang mengganggu tidurnya.

Bukan cuma itu saja tingkah boros yang ditunjukkan Hughes. Sebelumnya pria yang lahir pada 1905 ini, juga membeli sebuah hotel lantaran tak mau adu mulut dengan pemiliknya soal berapa lama dia ingin tinggal di hotel tersebut.

Pada November 1966, Hughes tiba di Las Vegas dan memilih menginap di Desert Inn. Namun kemudian karena merasa nyaman, Hughes menolak meninggalkan hotel tersebut dan terus memperpanjang masa menginapnya.

Akhirnya demi menghindari konflik dengan sang pemilik, dia membeli Desert Inn di awal 1967. Hotel yang terdiri dari 9 lantai tersebut kemudian menjadi pusat kerajaan bisnis Hughes.

Bahkan lebih dari itu, Hughes menjadikan hotel tersebut sebagai hunian pribadinya.

Menilik sejarahnya, Hughes bahkan tercatat sebagai salah satu orang dengan kesuksesan terbesar di dunia secara finansial. Bahkan Hughes telah menjadi miliuner sejak usia 18 tahun.

Dia mewarisi sebuah perusahaan minyak besar yang telah dirintis sang ayah dan kakak-kakaknya. Setelah saudaranya meninggal, seluruh kekayaan dan harta sang ayah jatuh ke padanya yang kala itu masih sangat muda.

Baca Juga:   Harga emas masih lanjutkan pelemahan, hari ini turun Rp 3.000 menjadi Rp 657.000/gram

Pada 1926, dia menjajal industri film sebagai produser. Dan meraih kesuksesan di industri tersebut setahun setelahnya. Dia bahkan berhasil mengeluarkan film termahal sepanjang sejarah.

Dia juga mengejar mimpinya di dunia penerbangan. Tak hanya berlatih terbang, dia juga membangun pesawat sendiri yang tercatat hanya sekali terbang saja.

Hughes kemudian tutup usia pada 1976. Tapi sejarah mencatat namanya sebagai salah satu pengusaha paling sukses di dunia.