Champ Moment: Ketajaman Javier “Chicharito” Hernandez

REKANBOLA – Javier Hernandez mencetak sejarah saat Meksiko menumbangkan Korea Selatan.

Javier “Chicharito” Hernandez dikenal sebagai pemain yang penuh semangat, tak pernah takut menunjukkan emosi, serta seorang pencetak gol yang konsisten meski belakangan kariernya di level klub tidak berjalan dengan baik.

Di Rostov, Sabtu (23/6), Chicharito membuat malam yang bersejarah. Meksiko menghadapi perlawanan hebat dari Korea Selatan. Unggul lewat gol penalti Carlos Vela di babak pertama, pertahanan Meksiko dihujani serangan bertubi-tubi. Pada momen seperti ini lah, kemampuan Chicharito sebagai seorang poacher muncul.

 

Baca Juga :

 

Diawali perebutan bola di wilayah sendiri pada menit ke-66, Meksiko melancarkan serangan balik. Hirving Lozano memberikan umpan kepada Chicharito yang berdiri bebas di sayap kiri. Sang striker tidak langsung menendang, melainkan melakukan sentuhan pertama yang mengecoh bek Korea Selatan, lalu dengan dingin melepaskan tembakan terarah.

Gol itu merupakan gol ke-50 Chicharito di pentas internasional. Pemain 30 tahun itu sekaligus menjadi pemain Meksiko pertama yang mampu melakukannya dalam sejarah. Selain itu, Chicharito juga tercatat selalu mencetak gol di tiga Piala Dunia beruntun.

“Saya punya semangat besar untuk meraih pencapaian penting bagi negara saya. Ini hal yang paling indah dan paling saya impikan. Mudah-mudahan saja. Tapi kami harus tetap tenang. Saya menempatkan pencapaian individual ini setelah kepentingan tim. Saya tidak mungkin berada di sini tanpa mereka semua atau staf kepelatihan kami, rekan-rekan setim, serta keluarga,” ujarnya.

“Saya benar-benar gembira. Saya akan menikmatinya, tapi esok hari kami harus membuka halaman baru dan mulai fokus untuk Swedia. Kami mencoba meraih tiga poin dan menjadi juara grup.”

Baca Juga:   Cuplikan Gol: Real Sociedad 1-2 Getafe (La Liga)

Gol Chicharito terbukti bermakna vital bagi El Tri karena Korea Selatan mampu membalas satu gol melalui tendangan spektakuler Son Heung-min di akhir laga. Namun, meski menang dua kali, Meksiko belum dipastikan lolos ke babak 16 besar. Ini dikarenakan situasi unik Grup F yang bisa menciptakan tiga tim sekaligus mengoleksi poin dan rekor gol yang sama.

Bagi Chicharito sendiri, dengan usia saat ini, masih mungkin baginya untuk tampil di Piala Dunia keempat serta siapa tahu kembali mempertajam rekor yang diciptakannya saat ini.

 

 

(Sumber : GOAL.COM)