Charles Honoris Sebut Esports Kesempatan Generasi Muda Harumkan Bangsa

REKANBOLA – Esports kini bukan sekedar game, namun merupakan cabang olahraga (cabor) resmi yang mulai dipertandingkan di ajang internasional. Karenanya, Esports bisa menjadi wahana bagi anak-anak muda Indonesia untuk mengharumkan nama bangsa.

“Tentunya atlet Esports Indonesia bisa bersaing bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional. Nantinya kalau sampai dipertandingkan di Asian Games berikutnya (Hangzhou 2022), dan nanti kalau jadi di Olimpiade, saya rasa ada kesempatan yang baik bagi atlet-atlet Indonesia untuk bisa mengharumkan nama bangsa melalui Esports,” ujar anggota Komisi I DPR Charles Honoris dalam keterangannya.

Charles berbicara di sela-sela Grand Final NXL Mobile Esports Cup 2019 di Mal Mangga Dua, Jakarta Pusat, Minggu (17/3). Dalam kesempatan itu, Charles juga menjadi bintang tamu dalam pertandingan PUBG Mobile bersama dua atlet Esports, Vina Eleasts dan Kameam.

Charles yang merupakan politisi muda PDI Perjuangan berharap ajang seperti NXL Mobile Esports Cup 2019 bisa lebih diperbanyak. Sebab, Esports adalah salah satu cara anak muda untuk bisa menggunakan internet secara positif.

“Apalagi nanti bisa mendorong developer-developer game dalam negeri untuk menciptakan game-game yang bisa dimainkan di Esports, tentu akan sangat-sangat positif. Daripada anak muda Indonesia menggunakan internet untuk menyebarkan hoaks, fitnah, atau kebencian di medsos, tentunya Esports merupakan wahana atau kegiatan yang jauh lebih positif,” ujarnya.

Lebih dari itu, Charles juga mendukung pemerintah untuk menciptakan ekosistem Esports yang sehat dan positif.

“Kita tentu tidak mau membatasi pertumbuhan Esports. Mungkin ada yang mengatakan bermain game bisa berdampak negatif, ya ini tugas kita bersama pemerintah untuk membuat regulasi yang membatasi efek negatifnya, tapi secara umum Esports ini harus kita dukung karena memang peminatnya banyak,” ujarnya.

Baca Juga:   Kata-Kata Bijak Kehidupan yang Menginspirasi dan Membuat Hidupmu Lebih Bermakna

Charles mengapresiasi Kementerian Komunikasi dan Informasi yang sudah membuat aturan untuk membatasi usia gamers pada game-game tertentu, termasuk yang mengandung kekerasan. Menurutnya, perlu juga dibuat aturan agar game tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar anak sekolah.

“Mungkin ke depan perlu juga registrasi diperketat saat membuat akun game online, harus registrasi dengan usia. Jadi ke depan mungkin di jam tertentu anak yang masih di usia sekolah tidak bisa login untuk main live. Jadi tidak mengganggu para siswa yang sedang belajar,” ujarnya.

Untuk diketahui, NXL Mobile Esports Cup 2019 ini melibatkan lebih dari 200 peserta dengan hadiah total Rp 100 juta. Dalam ajang ini juga ditampilkan hiburan cosplay.