China Gelar Simulasi Serangan Rudal di Laut China Selatan

Rekanbola – Angkatan Laut China menggelar simulasi serangan rudal di Laut China Selatan, Jumat (15/6).

Latihan perang itu dilakukan di tengah perang kata-kata antara China dan Amerika Serikat soal siapa yang paling bertanggung jawab atas peningkatan ketegangan di Laut China Selatan.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan keprihatinan atas militerisasi China di Laut China Selatan saat berkunjung ke Beijing, Kamis (14/6).

Pernyataan Pompeo dilontarkan setelah serangakaian aktivitas AS di Laut China Selatan. Termasuk kabar pekan lalu bahwa pesawat pengebom Angkatan Udara AS B-52 terbang dekat pulau yang disengketakan hingga memicu kecaman keras dari China.

Angkatan Laut China menggelar simulasi serangan rudal di sebuah kawasan di Laut China Selatan menggunakan tiga drone sasaran dengan berbagai ketinggian.

Latihan itu merupakan bagian dari upaya persiapan pangkalan untuk menghadapi perang sebenarnya, setelah pimpinan China menyatakan beberapa latihan gagal menyiapkan pasukan secara efektif.

Amerika Serikat dan China kerap bersitegang terkait militerisasi Laut China Selatan. Beijing menuding operasi kebebasan navigasi yang digelar Angkatan Laut AS memperkeruh situasi di kawasan itu.

Sebaliknya Washington menyatakan operasi semacam itu diperlukan untuk melawan upaya China yang membatasi pergerakan di Laut China Selatan.

Kapal perusak Angkatan Laut AS melakukan patroli di wilayah yang diklaim China Mei lalu, beberapa hari setelah Amerika Serikat menggelar latihan perang tanpa mengundang China.

Pejabat Pentagon mengkritik China yang tidak berterus terang soal pembangunan fasiitas militer di pulau-pulau buatan di Laut China Selatan. Kawasan tersebut terdapat klaim yang tumpang tindih yang diperebutkan Taiwan, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Filipina.

 

Baca Juga:   China turunkan harga eceran bensin dan solar

 

(Sumber : cnnindonesia.com)