China Tempatkan Peluncur Roket dan Sistem Radar di Malaysia

RekanBola.com – China menawarkan peluncur roket mutakhir dan sistem radar untuk ditempatkan di Malaysia, langkah yang disinyalir bisa menimbulkan kemarahan Singapura, juga negara-negara yang berkonflik di Laut China Selatan.

Penawaran itu diutarakan delegasi China yang mengunjungi Kuala Lumpur, Rabu (9/8) guna menyaksikan peresmian proyek rel kereta api senilai US$13 miliar yang didanai Negeri Tirai Bambu.

Mengutip Reuters, China dilaporkan akan menempatkan 12 unit sistem peluncur roket multipel AR3 (MLRS) melalui program pembelian khusus dengan periode peminjaman hingga 50 tahun.

Namun, jumlah pinjaman ataupun biaya penempatan sistem peluncur roket itu tidak dijelaskan secara detail, begitu juga dengan sistem radar yang akan ditawarkan ke Negeri Jiran.

Adapun, Straits Times melaporkan pembicaraan mengenai penempatan fasilitas militer itu “sempat dibicarakan” Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan Konsuler China Wang Yong.

Sementara keputusan final penempatan dua sarana pertahanan itu akan dibicarakan saat kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Kuala Lumpur, dalam waktu dekat.

Meskipun demikian, pejabat senior di pemerintahan Malaysia mengatakan belum pernah mendengar tentang hal itu.

“Ini pertama kali saya mendengarnya,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Malaysia Mohammad Irwan Serigar Abdullah, kepada Reuters.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan China juga menolak berkomentar atas hal itu.

China disebut geram terhadap Singapura beberapa bulan terakhir karena “campur tangan” Negeri Singa tersebut terhadap konflik di Laut China Selatan. Selain itu, kedekatan hubungan militer Singapura dengan Amerika Serikat dan Taiwan juga membuat China cemas.

Sistem artileri AR3 sengaja diproduksi China untuk kebutuhan ekspor. Pertama kali diuji coba pada 2011 dan diklaim sebagai salah satu unit MLRS terbaik yang saat ini tersedia di dunia.

Sebelumnya, tahun lalu, Malaysia juga menyepakati pembelian empat kapal patroli pantai dari China.

 

Berita Menarik Lainnya :

Menhan AS pada Korut: Berhenti Atau Kalah Telak!

Kemlu Konfirmasi Penahanan Dua Mahasiswa RI di Mesir

Israel Percepat Bangun Tembok Bawah Tanah di Jalur Gaza

Facebook Comments

Twitter

Something went wrong with the twitter.