Dalam 7 Bulan, Susi Klaim Ekspor Perikanan Meningkat 15,24%

Rekanbola – Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti mengatakan volume ekspor perikanan tahun ini meningkat dratis dibanding tahun lalu. Peningkatan yang telah dicapai sekitar 15,24% selama 7 bulan dan diharapkan bisa terus bertambah hingga akhir 2018.

Demikian disampaikan Susi di BKPIM Puspa Agro Jemundo Sidoarjo, usai meresmikan Alat berat penganggkut peti kemas Reachstacker jenis Kalmar DRU 450, Senin (30/7/2018).

“Ekspor kita selama tujuh bulan terakhir ini naik 15,24% dibanding tahun lalu. Ini baru tujuh bulan saja sudah bisa melewati satu tahun di tahun 2017,” kata Susi.

Susi menambahkan, di tahun 2017 lalu, volume ekspor ikan hanya mencapai 7.003 HC (health Sertificate). Sedangkan di pertengahan tahun ini sudah mencapai 8.070 HC (Health Sertificate).

“Mudah-mudahan peningkatannya bisa sampai 14.000 HC hingga akhir tahun mendatang,” tambah Susi.

Susi mengatakan bahwa hal itu jauh berbeda dengan volume komoditas impor yang terdiri dari beberapa komoditas, seperti Tepung ikan, bahan baku pakan, Frozen Sardine, Frozen Mackerel, dan Fish Oil. Jumlah komoditas impor itu masih lebih rendah dibanding ekspor.

Untuk komoditas tepung ikan, pada 2017 mencapai 15,33%, sedangkan di tahun 2018 menurun menjadi 7,91%. Begitu juga Sardine Frozen yang mencapai 36,26% di tahun 2017, turun menjadi 17,14% di tahun ini.

“Hal ini pertanda bahan baku dalam negeri ekspor kita lebih banyak dibandingkan yang impor,” terang Susi.

Susi menjelaskan, ada beberapa komoditas ekspor berdasarkan volume tertinggi di BKIPM Surabaya II, untuk produk konsumsi, seperti Frozen Fish, Frozen shrimp,crab meat, Frozen squid, Dried Chirimen, Frozen Octopus, Shrimp Crackers, Seaweed, Jelly Fish dan Dried Shark Fins.

Baca Juga:   Sehari Jelang Batas Akhir, Pelaporan SPT Pajak Capai 9,8 Juta

Sedangkan untuk non konsumsi contohnya Crab Shell, Shrimp Sell, Fishfor Bait, Sea Shell, Fish Meal, Fish Oil, dan Fish/Shrimpfeed.

“Kalau yang dari sini, ada Udang Vaname, Cakalang, Tuna Beku, udang beku/olahan, dan ikan segar seperti kakap, layur, kerapu dan laosa,” jelas Susi.

 

( Sumber : detik.com )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *