Dari Pengusaha Mebel Jadi Presiden, Jokowi Disebut Anak Ajaib

Rekanbola – Ketua Umum Seknas Relawan Indonesia Jokowi (Reliji) Bursah Zarnubi menilai, Joko Widodo sebagai anak ajaib. Pasalnya, Jokowi merupakan seorang pengusaha mebel yang bukan berasal dari kalangan politisi justru memiliki karier politik yang cemerlang sampai menjadi presiden.

“Jokowi di sudut catatan sejarah tidak ada apa-apa, tapi anak ajaib ini telah menjadi bagian pimpinan nasional kita. Pembangunan yang saat ini telah berada di track yang benar akan dilanjutkan di periode berikutnya,” ujar Bursah saat memberi sambutan dalam acara peluncuran buku “Jokowi Istiqomah Membangun Negeri” di Hotel Bidakara, Jakarta, belum lama ini.

Menurut Bursah, Jokowi tidak hanya membangun ekonomi Indonesia. Namun aspek lain di luar bidang ekonomi juga turut diperhatikannya.

“Jokowi bukan saja membangun ekonomi tapi merangkum seluruh strategi kebudayaan secara simultan, baik itu di bidang ekonomi dan non ekonomi,” katanya.

Bursah mencatat sejumlah keberhasilan pemerintahan Jokowi-JK dalam menerjemahkan program Nawacita. Antara lain keberhasilan dalam orientasi pembangunan dari desa dan daerah tertinggal dalam rangka untuk mempersatukan Indonesia.

“Pembangunan yang dilakukan Jokowi tidak lagi bersifat Jawasentris, melainkan Indonesiasentris. Hal tersebut dapat dilihat dari pembangunan desa-desa tertinggal dan jalan trans Sumatera, trans Kalimantan, trans Sulawesi dan trans Papua,” tegas Bursah.

Kedua, lanjut Bursah, Jokowi serius memberantas korupsi. Hal itu ditunjukkan antara lain dengan pemberantasan mafia di sektor migas.

“Kita bisa lihat Petral dibubarkan. Ini sangat serius, banyak lagi regulasi yang mempermudah kita dalam invesatasi, mempermudah perizinan, dan pembagian sertifikat tanah untuk kemakmuran rakyat,” lanjut Bursah.

Yang ketiga, kata Bursah, Jokowi konsisten menjaga Bhinneka Tunggal Ika, merangkul semua golongan dan konsisten dalam melawan intoleransi dalam rangka menjaga keamanan elemen bangsa dari perpecahan SARA.

Baca Juga:   Trump Klaim Perang Dagang AS dan China Peroleh Titik Temu

Jokowi juga dinilai Bursah berhasil di dalam pengentasan kemiskinan, prestasi terbaik dalam sejarah Indonesia di mana pada masa Jokowi angka kemiskinan bisa ditekan menjadi single digit yaitu 9,82 persen sesuai data BPS.

“Artinya Pak Jokowi serius menjadikan rakyat tumbuh berkembang menjadi kelas menengah, dibuktikan dengan penurunan angka kemiskinan secara signifikan yang tidak pernah dicapai oleh para pemimpin bangsa sebelumnya,” kata dia.

Bursah juga menilai Jokowi telah berhasil mempersempit ketimpangan ekonomi. Hal itu dibuktikan dengan penurunan gini ratio yang awalnya 0,44 menjadi 0,39.

Pernyataan senada disampaikan Ketua DPR Bambang Soesatyo. Menurutnya, berbagai pekerjaan besar yang tidak mampu dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya, dengan lugas ditunaikan oleh Jokowi. Di antaranya pemberantasan mafia Migas dilakukan dengan membubarkan Petral, pemberantasan illegal fishing ditunjukkan dengan menenggelamkan kapal-kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia.