Dedi diamankan usai jual solar ilegal

Rekanbola – Polda Jabar membongkar praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi pemerintah untuk industri. Para pelaku menyamarkan aksinya dengan menggunakan truk pengangkut air.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan, kasus ini terbongkar dari temuan di wilayah Cirebon. Petugas kepolisian menemukan truk pengangkut air membawa BBM jenis solar.

Temuan itu dikembangkan hingga diketahui BBM dijual untuk keperluan industri. Dari sana, satu orang tersangka bernama Dedi Herman Setiawan (49) diamankan.

Tersangka diketahui membeli BBM jenis solar bersubsidi ke SPBU dengan menggunakan kendaraan tangki air. BBM bersubsidi tersebut kemudian dibawa ke gudang yang beralamat di Jalan Fatahillah, Desa Megu Gede, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.

“Di sana, sebelum dijual ke pihak industri, BBM dipindahkan dari kendaraan tangki air ke dalam kendaraan tangki transfortir menggunakan mesin pompa alkon,” ujar Kapolda Jabar, Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (10/9).

Tersangka menjual BBM ke pihak industri dengan harga Rp 7.300 per-liter. Aksinya pun kerap dibantu oleh oknum operator SPBU yang tergiur dengan pemberian keuntungan Rp 200 per-liternya.

Agung mengatakan, pelaku diketahui, menjalankan bisnis ini sejak bulan Juli 2018. Dalam satu minggu pelaku diketahui, menjual dua sampai tiga kali pengiriman BBM bersubsidi. Dari bisnis ilegalnya itu, tersangka sudah meraup Rp 200 juta.

Dari pengungkapan tersebut, polisi berhasil amankan empat truk, dua tangki bahan bakar yang original, satu mesin alkon, dua selang, satu gulung kabel terminal, satu unit carger aki, 40 struk pembelian di tiga SPBU wilayah Cirebon.

Sementara itu kepada pelaku yang telah diamankan polisi terapkan pasal 55 Undang-Undang RI. No. 22 Th. 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah).

Baca Juga:   Menhub Ingin Banyak Lulusan Vokasi Maritim RI Kerja di Luar Negeri

“Tentu kami akan kembangkan lagi kasus ini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *