Defisit Transaksi Berjalan bakal 2,5% di Akhir Tahun

Rekanbola –  Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan memproyeksikan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) sampai akhir tahun 2018 berada di level 2,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka tersebut menurun jika dibandingkan posisi kuartal II-2018 yang sebesar 3,04% terhadap PDB atau nilainya US$ 8 miliar dan lebih tinggi dari periode kuartal I-2018 yang mencapai US$ 5,7 miliar.

“Tapi secara keseluruhan, kami lihat arahnya akan ke 2,5% tahun ini,” kata Anton saat acara Macroeconomi Outlook di Plaza Bank Mandiri.

Posisi CAD yang di bawah 3% itu pun masih dianggap masih baik, akan tetapi dirinya mengkhawatirkan surplus transaksi modal dan finansial yang terus menurun.

“Sebenarnya masalah CAD masih di bawah 3% itu masih oke, tidak masalah kok, tapi mungkin memang dari arah financing account-nya yang akan turun,” papar dia.

Dengan kondisi seperti itu, lanjut Anton, dirinya meramalkan bahwa posisi defisit transaksi berjalan di akhir 2019 akan berada di level 2,4% atau sedikit lebih rendah dari tahun 2018.

“Tahun depan masih sama dengan kecenderungan lebih rendah ke 2,4%,” tutup dia.

(Kredit : www.detik.com)

Baca Juga:   Pertamina: Harga BBM Masih Tetap Belum Ada Rencana Kenaikan