Diana, Putri Pertama Pemakai Jin dan Kaus di Kerajaan Inggris

Rekanbola.com – Diana Spencer, seorang gadis polos yang ‘naik kelas’ karena diperistri Pangeran Charles dianggap punya pengaruh signifikan terhadap dunia fesyen. Bahkan ia disebut sebagai ikon fesyen yang mampu membawa pengaruh pada gaya berpakaian anggota keluarga kerajaan.

Dengan menggunakan busana dari Versace sampai Dior, Diana mendapat masukan cara berbusana dari editor Vogue Inggris, dan teman dekat desainer. Diana berhasil membuat berbagai pakaian yang digunakannya jadi lebih elegan dan berkelas.

Menurut editor Vogue Australia, Edwina McCann, puncak dari pengaruh Diana terjadi pasca perceraiannya dengan Charles di mana ia punya kebebasan lebih untuk berekspresi.

“Saat itu ketika ia memakai gaun pendek Versace dan membuat beberapa pilihan busana fashionable, less princess more fashion,” katanya dilansir dari Herald Sun.

“Ini tidak berarti bahwa para putri tidak berbusana dengan indah, seperti yang Kate Middleton lakukan, tapipilihan mereka dibatasi dengan tugas dan peran.”

Seperti apa pengaruh Diana pada puteri-puteri yang lain?

McCann berkata pengaruh paling tampak adalah pilihan busana kasual mereka. Kate Middleton, sang menantu, kadang mengenakan celana jin ketat dengan kaus di depan publik.

“Diana sering menggunakan kaos dengan jin ketat. Dia mengenakan paduan busana ini bersama sepatu flat balet dan loafers, sedangkan Kate cenderung memilih sepatu boot selutut,” jelas McCann.

Sebelum Diana memakai jin, tak ada putri mana pun yang menggunakan jin di depan publik. McCann menekankan, berkat Diana, denim dan busana kasual lain kini bisa dipakai para anggota keluarga kerajaan.

“Keluarga kerajaan benar-benar tak pernah melakukan itu sebelumnya, apalagi memakai denim. Apapun yang saat ini bisa memberi Kate ruang untuk tampil lebih santai dengan busananya itu semua karena Diana,” ucapnya.

Baca Juga:   Mobil Rp 2,7 Miliar untuk Ronaldo

Lintas kerajaan

Rupanya pengaruh Diana tak terbatas hanya pada lingkungan istana Buckingham di Inggris. McCann menuturkan, Ratu Letizia dari Spanyol dan Puteri Mary dari Denmark tak luput dari ‘Diana’s effect.’

Ratu Letizia, kata McCann, memiliki pilihan busana yang ‘sangat Diana’ dalam hal rasa percaya dirinya saat mengenakan busana kasual dan tampilannya yang begitu mewah.

Sedangkan Puteri Mary mengenakan busana yang memang sesuai dengan kesempatan atau kegiatannya, tapi ia tetap bisa lebih bebas dengan pilihannya.

“Saya pikir Diana mengubah pilihan busana para anggota keluarga kerajaan pada umumnya dan memberikan jalan bagi mereka untuk berpakaian dengan lebih modern. Ini akan sulit dibayangkan jika tanpa pengaruh Diana,” katanya.

Sementara itu bagi koresponden keluarga kerajaan sekaligus editor Australian Women’s Weekly, Juliet Rieden, gaya Diana bisa dibilang unik dan tak biasa bagi seorang putri.

Ia ingat bagaimana Diana begitu gemar mengenakan aksesori. Dia juga bahkan pernah mengenakan kalung Ratu sebagai hiasan kepala.

“Sangat mengejutkan kala itu. Begitu indah, suatu cara menyenangkan untuk menunjukkan pada mereka dengan cara modern. Dia menemukan tempat sekaligus style-nya. Ia percaya diri dengan apa yang ia kenakan,” kata Rieden.

 

Berita Menarik Lainnya :

Pisang Goreng Keju yang Laris Manis di Polandia

Fitria Yusuf, Mantan Model Yang Kini Jadi Wadirut Perusahaan Tol

Video: Cinta Messi Kepada Penggemar Ciliknya

Berita Menarik Lainnya :