Dibanderol Rp18,6 Jutaan, Biaya Produksi iPhone XS Max Hanya Rp6,6 Jutaan?

REKANBOLA – iPhone terbaru besutan Apple yang diluncurkan baru-baru ini tidak dibanderol dengan harga murah. Setelah ditelusuri, ternyata biaya produksi iPhone XS Max jauh lebih rendah ketimbang harga jual perangkatnya di pasaran.

Seperti diwartakan Ubergizmo, Kamis (27/9/2018), model 256GB dari iPhone XS Max dibanderol dengan harga USD1.249 atau sekira Rp18,6 jutaan. Sebuah harga yang memungkinkan Anda membeli komputer baru.

Ketika iPhone XS Max diluncurkan dengan biaya sebesar itu kepada konsumen, tampaknya biaya produksi perangkat hanya sekira sepertiga untuk membuatnya. Menurut TechInsights, mereka mengklaim bahwa iPhone XS Max 256GB tampaknya hanya menghabiskan biaya Apple sebesar USD443 atau sekira Rp6,6 jutaan.

Ini adalah sedikit peningkatan biaya dari iPhone X 64GB di 2017 yang dikatakan sebesar USD395,44 atau sekira Rp5,8 jutaan.

Peningkatan biaya terletak pada layar OLED besar dengan biaya USD80,50 ketimbang USD77,27 untuk layar ukuran 5,8 inci tahun lalu. Namun itu bisa lebih mahal, tetapi menurut Al Cowsky, yang mengawasi analisis biaya di TechInsights, mengatakan kepada Reuters bahwa itu karena Apple telah memindahkan beberapa komponen yang terkait dengan 3D Touch.

Kendati komponen-komponen ini bisa diperkirakan biayanya, namun ada faktor-faktor lain yang harus dipertimbangkan. Misalnya, biaya R&D, gaji staf, pemasaran, pengemasan dan lain-lain.

Tidak mengherankan jika Apple menolak berkomentar mengenai laporan ini.

Baca Juga:   iPhone XS, XS Max, dan XR Resmi Bisa Dipesan di Indonesia 7 Desember