Dicemooh Fans Jerman, Ilkay Gundogan Gundah Gulana

REKANBOLA – Gundogan mencurahkan isi hatinya setelah menjadi sasaran cemoohan gara-gara ucapannya tentang presiden Turki.

Ilkay Gundogan merasa gusar setelah mendapat cemoohan dari fans Jerman buntut dari pertemuannya dengan presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Mei lalu, kontingen pemain Liga Primer Inggris keturunan Turki mendapat undangan bertemu dengan Erdogan dan kala itu, Gundogan tampak dalam sebuah foto bersama dengan Mesut Ozil dan Cenk Tosun.

 

Baca Juga :

 

Gundogan, yang lahir di Gelsenkirchen, Jerman, kemudian mereferensikan Erdogan sebagai presidennya dan hal tersebut memantik kekecewaan para suporter tim nasional Jerman.

Erdogan kerap mendapat kritikan oleh pejuang hak asasi manusia (HAM) karena periode kepemimpinannya dituding berlaku semena-mena terhadap kelompok jurnalis, aktivis dan lawan politik. Oleh karena itu, Gundogan mendapat cemoohan ketika tampil dalam dua laga uji coba internasional terakhir Jerman.

Sang bintang Manchester City lantas bersedih menanggapi respons semacam itu, dengan beberapa dianggapnya tak memahami bahwa aksinya bukan berlandaskan sikap politik.

“Beberapa reaksi menyentuh saya, termasuk serangan personal,” ungkap Gundogan kepada France Football. “Dalam beberapa tahun terakhir kami melakukan banyak promosi persatuan di Jerman.”

“Kami tak hanya punya sisi Turki, yang terwariskan dari orang tua dan sanak keluarga, kami lahir dan tumbuh besar di Gelsenkirchen yang merupakan kota dengan tingkat persentase emigran tinggi.”

“Itulah mengapa saya sangat terkejut mendengar bahwa kami disebut tak terintegrasi dan kami tak mau hidup berlandaskan nilai-nilai Jerman.”

“Sungguh pengalaman yang sulit. Karena latar belakang Turki, kami masih memiliki ikatan kuat dengan mereka. Itu bukan berarti kami meyakini tuan [Frank-Walter] Steinmeier bukan presiden kami, nyonya [Angela] Merkel bukan kanselir kami. Sama sekali bukan niatan kami untuk mengambil sikap politik.”

Baca Juga:   Kaki Kanan yang Membuat Messi Tidur Nyenyak

“Kami terbiasa mendengar cemoohan dari fans lawan, tapi ketika kami dicemooh oleh fans sendiri, maka sulit untuk menghadapinya.”

“Saya selalu terbuka terhadap kritikan. Semua orang punya opini masing-masing, itulah mengapa ada kebebasan beropini. Saya sepakat tentang itu, dan itulah mengapa saya merasa terhormat lahir dan besar di Jerman. Tapi saya juga tak ingin dicemooh.”

“Bagi saya, penting untuk berbicara tentang situasi yang ada. Saya ingin mendapatkan kembali normalitas, saya tak mau bersembunyi. Semua orang punya cara sendiri untuk menangani situasi. Sekarang saya mau fokus pada hal-hal mendasar lagi,” tukasnya.

 

(Sumber : BOLA.NET)