Dihina “Cuma Monyet Yang Mau Beli”, Emak-Emak Ini Buktikan Toko Kelontongnya Bisa Sukses!

Bungkam pencibir dengan sukses!

Rekanbola – Orang dengan visi luar biasa kadang susah dicerna pemikirannya. Bahkan karena sulitnya memahami pola pikir orang seperti ini, mereka kerap dianggap gila dan dicemooh banyak orang. Padahal, di balik semua keputusan nyelenehnya, tersimpan ide yang sangat briliant. Hal inilah yang dialami Hamidah Abdul. Emak-emak 56 tahun asal Malaysia, yang awalnya hanya punya modal sebesar 5.000 ringgit atau setara dengan 17,8 juta untuk membuka toko bersama dengan saudara sepupunya, Fauziah Mansor.

Modal tersebut dirasa sangat kecil, hinga akhirnya mereka pun putar otak. Hasilnya, Hamidah pun akhirnya memutuskan untuk membukan tokonya di tengah perkebunan karet.

“Banyak yang tidak percaya pada keputusan kami untuk membuka toko kelontong di lokasi seperti itu. Beberapa bahkan mencibir pelanggan kami mungkin monyet. Tapi cibiran itu kami anggap sebagai penyemangat,” kata Hamidah.

Keputusan yang aneh (membuka toko di tengah perkebunan karet) inilah yang kemudian membuat Hamidah banyak menerima cibiran. Bahkan beberapa dari mereka dengan tegas mengatakan jika hanya monyet yang mau belanja ke toko milikinya.

Ilustrasi | peta antar barang

Nggak mau menyerah dengan kondisi tokonya yang berdiri di tengah perkebunan karet, Hamidah pun akhirnya mengeluarkan strategi jitunya, yakni strategi antar pesanan dengan free-ongkir. 

Luar biasa, hanya dalam waktu singkat tokonya diserbu pembeli. Layanan pesanannya pun cukup beragam, dari mulai SMS, WhatsApp, hingga ada juga yang masih menggunakan cara tradisional, yakni menulis surat yang dikirim oleh tukang pos.

Setelah pesanan diterima,  barang langsung dikirim ke pelanggan. Selain itu, dia pun tidak membatasi area pengiriman. Beberapa lokasi pengiriman bahkan lebih jauh dari tempat toko kelontongnya.

Dengan layanan ekstra ini, toko Hamidah pun semakin ternama, hingga dalam 5 tahun, usahanya membuahkan hasil. Kini, setidaknya 150 pelanggan per bulan harus mereka layani, dan cibiran “hanya monyet yang akan berbelanja ke tokonya”, menguap begitu saja.

Baca Juga:   Lionel Messi vs Cristiano Ronaldo: Ini Pilihan Wayne Rooney

Bercermin dari strategi Hamidah, emank-emak ini membuktikan jika cara paling indah membungkamtukang nyinyir adalah dengan sukses. Setuju?

**Jangan Lupa mampir di lapak lainnya Gaes!!