Dikecam aktivis, relawan Jokowi sebut Ikan Lele yang disebar hasil peternak DIY

Rekanbola – Acara mancing bersama akan digelar oleh Relawan Jokowi-KH Ma’ruf Amin Untuk Kemuliaan Indonesia (Rejomulia) di sepanjang Selokan Mataram, Yogyakarta, Minggu (9/9). Sebanyak 10 ton ikan lele akan disebar di 14 titik Selokan Mataram yang memiliki panjang 20 kilometer ini.

Acara mancing bersama 10 ton ikan lele ini mendapatkan protes dari sejumlah aktivis peduli sungai yang tergabung dalam Solidaritas Gotong Royong Peduli Sungai (Sego Pelus). Sego Pelus menuding acara yang digagas oleh Rejomulia ini bakal merusak ekosistem sungai di Yogyakarta. Sebab, ikan lele yang disebar bukanlah ikan asli Indonesia dan masuk kategori invasif.

Pihaknya sempat mengirimkan surat permintaan penjelasan kepada pihak Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Yogyakarta. Surat kepada BKIPM ini pun langsung mendapatkan tindaklanjut.

Kepala BKIPM Yogyakarta, Hafit Rahman menyampaikan pihaknya telah mendatangi sekretariat Rejomulia. Kedatangan tersebut untuk meminta penjelasan mengenai detail acara tersebut.

“Kami sudah ke sana (sekretariat Rejomulia) kami tanya benar apa tidak acara tersebut. Saat ketemu panitia menjelaskan jumlah lele yang tadinya 10 ton diturunkan menjadi 5 ton. Kemudian spot mancing yang sebelumnya berjumlah 20 titik diturunkan menjadi 14 titik. Sementara lele yang ditebar diketahui merupakan jenis lele dumbo sangkuriang dan mutiara yang dibeli dari petani ikan di Bantul dan Sleman,” ujar Hafit saat dihubungi, Sabtu (8/9).

Hafit menyampaikan, ikan lele banyak dibudidayakan di wilayah Yogyakarta. Dinas terkait tak memermasalahkan karena ikan lele memang sudah banyak dan lama dikembangkan juga dibudidayakan di Yogyakarta.

“Lele dumbo memang bukan asli sini tapi sudah diintroduksi dimasukkan di Indonesia dan sudah boleh dibudidayakan, sama seperti mujahir dulu itu dari sungai nil. Itu (lele) dibeli dari di petani ikan artinya sudah dibudidayakan. (Dumbo) sangkuriang dan mutiara itu lele dumbo juga. Di pecel lele (yang dijual) itu juga lele dumbo bukan lele lokal,” urai Hafit.

Baca Juga:   Pilu Bocah Aceh Kena Dampak Rubella, Mata-Telinga Alami Gangguan

Sementara itu, Sekjen Rejomulia selaku penggagas acara, Andreas Andi Bayu mengatakan bahwa ikan lele yang disebar bukanlah ikan lele dumbo melainkan lele jenis mutiara. Ikan itu, lanjut Andreas dibeli dari para peternak lokal di Yogyakarta seperti Sleman dan Imogiri.

“Terkait masalah ekosistem sebenarnya tidak ada masalah. Lele yang kita lepas lele mutiara, lele yang sudah dikembangakan oleh dinas perikanan dan kelautan. Itu sudah diternakkan di Jogja dan sekitarnya. Lele yang sudah aman dan bukan seperti lele dumbo seperti yang diberitakan,” ujarnya.

Andreas menambahkan bahwa Selokan Mataram bukanlah sungai asli melainkan sungai buatan yang berfungsi sebagai saluran irigasi. Sungai tersebut juga sering dikeringkan sesuai kebutuhan petani. Sehingga ia menganggap tidak ada ekosistem asli di sungai tersebut.

“Tidak mempengaruhi ekosistem asli. Toh itu emang sering dimasukin bermacam ikan seperti lele gurameh sering untuk mancing. Ngga ada alasan untuk merusak. Kita sudah koordinasi dengan dinas terkait. Pihak perikanan datang ke sekretariat kita juga,” tutup Andreas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *