Ditempat Ini Menjadi ‘Surga’ Harta Karun Peninggalan Perang Dunia ke II

Rekanbola Peneliti dari Balai Arkeologi Papua Sri Chiirulia Sukandar mengatakan di sejumlah tempat di Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat, masih banyak benda seperti tank dan plat atau tikar baja untuk landasan pacu peninggalan dari Perang Dunia (PD) ke-II.

“Hanya saja, benda-benda peninggalan PD II ini sudah berkarat dan ditumbuhi atau dirambati rumput,” katanya di Kota Jayapura, Papua, Minggu (28/10).

Berdasarkan penelitian arkeologi kolonial di Kabupaten Tambrauw pada April 2017 ditemukan sejumlah kendaraan perang tank dari jenis Landing Vehicle Track (LVT) di Kampung Nombrak, Distrik Bikar, Kabupaten Tambrauw.

Tank-tank ini berada di dalam hutan dengan kondisi telak rusak dan ditumbuhi semak-semak belukar. Terdapat kurang lebih 10 tank yang berada di dalam hutan tersebut,” katanya.

Menurut dia, tank-tank tersebut berasal dari jenis LVT yang oleh tentara sekutu, Amerika Serikat menyebutnya American Tractor atau ‘Amtrac’. “LVT jenis ini merupakan yang terbaik pada masa Perang Pasifik,” katanya.

Sementara, lapangan terbang sekutu juga ditemukan di Pulai Middleburg, yang terletak di sebelah utara Kampung Werur.

“Sebelah utara Kampung Werur terdapat dua pulau yaitu Pulau Amsterdam dan Middleburg. Kedua pulau ini juga dianggap strategis bagi strategi lompat katak atau leap frogging ala Jenderal Douglas Mac Arthur di Papua pada masa PD II,” katanya.

Pasukan sekutu Amerika Serikat, ungkap dia, mendarat di Hollandia atau kini Jayapura, kemudian melompat ke Pulau Wakde, Biak, Kepulauan Mapia, Saosapor, Middleburg hingga ke Filipina.

“Di Pulau Middleburg ini terdapat bekas lapangan terbang yang dibangun oleh sekutu dengan panjang 3 KM dan lebar 500 Meter. Saat ini sudah tidak digunakan lagi dan kondisinya sekarang telah banyak ditumbuhi semak belukar meskipun di beberapa bagian masih terdapat bekas-bekas landasannya,” katanya.

Baca Juga:   Busquets: Modric Spektakuler, Tapi Messi Tak Bisa Dibandingkan

Lapangan terbang ini, lanjut Sri, dibangun oleh tentara sekutu Amerika Serita pada Agustus 1944 yang bisa didarati oleh pesawat B-24 dengan sukses di pulau tersebut. Di lapangan tersebut juga terdapat lempengan baja utuh yang diperkirakan di bawahnya ada saluran air.

“Landasan pacu di Pulau Middleburg ini juga dibangun dengan cukup kuat untuk pendaratan pesawat-pesawat tempur sekutu. Hal ini dibuktikan dengan adanya temuan plat-plat atau tikar baja yang digunakan sebagai lapisan dalam pada landasan pacu atau runway, peluru, bekas botol minuman dari alumunium dan lainnya,” katanya.