Dituding Cemarkan Nama Baik, Tinder Kena Tuntut Rp 400 Miliar

RekanBola – Aplikasi kencan Bumble menuntut Match, induk usaha aplikasi kencan Tinder, karena dianggap mencuri rahasia dagang dan mencemarkan nama baik.

Dilansir dari Engadget, Senin (2/4/2018), awalnya justru Match yang menuntut Bumble karena melanggar hak paten terkait fitur Tinder. Sekarang, Bumble juga melakukan penuntutan karena Match dituduh mencemarkan nama baik.

Pihak Bumble mengatakan Match sengaja melakukan penuntutan agar Bumble terlihat buruk di mata perusahaan lain yang tertarik untuk melakukan akuisisi atau investasi.

Bumble juga menuduh Match mencuri rahasia dagang ketika dua perusahaan yang berfokus pada aplikasi kencan online itu melakukan perbincangan terkait akuisisi.

Kala itu, Bumble memang diminta oleh Match untuk memberikan informasi yang sifatnya rahasia agar mereka dapat menaikkan harga untuk akuisisi, tapi setelahnya pihak Bumble tidak mendapat tawaran yang lebih baik.

Akibatnya, timbul kecurigaan dari pihat Bumble menuding Match memakai informasi itu demi keuntungan pribadi semata.

Bumble menuntut mendapatkan ganti rugi sebesar US$ 400 juta (sekitar Rp 5,5 triliun) serta kepastian bahwa Match tidak akan memakai informasi dagang yang dicuri dari Bumble.

Bumble sendiri merupakan aplikasi kencan yang didesain lebih feminis agar ramah perempuan. Sekadar informasi, pendiri Bumble adalah mantan eksekutif di Tinder.

Aplikasi kencan kini sudah banyak dimanfaatkan oleh generasi milenial. Ada yang memakainya untuk mencari pasangan, teman baru, atau hanya untuk coba-coba semata. Ada yang berhasil, tapi tidak sedikit juga yang gagal.

Ternyata, ada tipe orang yang lebih mudah menemukan pasangan di Tinder. Orang seperti apa yang berhasil menarik lebih banyak perhatian di aplikasi kencan?

Mereka adalah orang-orang yang menyebutkan olahraga tertentu di profil pribadinya sehingga dipandang lebih menarik daripada yang tidak mencamtukan.

Baca Juga:   Dituduh Jiplak Game, Warner Bros Angkat Bicara

Survei dilakukan selama dua hari oleh golfsupport.com terhadap 200 pengguna Tinder.

Hasilnya, orang-orang yang menyukai olahraga ternyata bisa dua kali lebih populer di aplikasi Tinder.

Apa saja olahraga tersebut? Rugby menjadi yang paling populer, lalu diikuti angkat beban, dan golf. Selanjutnya, renang dan sepakbola juga termasuk lima besar yang digemari pengguna Tinder.

Salah satu masalah di aplikasi kencan adalah jika ada yang memakai foto palsu atau terlalu banyak editan, sehingga saat melakukan pertemuan salah satu pihak merasa dibohongi.

Jelas memakai aplikasi kencan harus dilakukan dengan cerdas agar kita tidak tertipu oknum yang berniat tidak baik.

Ada pula masalah keamanannya karena ada modus terbaru yang digunakan adalah dengan memanfaatkan koneksi WiFi.

Menurut laporan dari lembaga keamanan Checkmarx, Tinder ternyata tidak menggunakan enkripsi untuk memproteksi foto penggunanya.

Dengan celah tersebut, hacker akan mengambil foto atau bahkan mengubah foto korban dengan ‘masuk’ ke dalam profil Tinder korban lewat jaringan WiFi.

Salah seorang peneliti Checkmarx bernama Dafna Zahger mengatakan bahwa celah tersebut ada di Tinder, baik versi iOS maupun Android.

“Celah ini memungkinkan pihak tak bertanggung jawab bisa mengubah foto profil pengguna Tinder. Parahnya lagi, mereka bisa mengambil kendali kontrol profil korban untuk melakukan swipe teman kencan yang tidak diinginkan,” kata Zahger seperti dilansir Mirror.

Namun demikian, Zahger menekankan, hacker tidak akan memiliki akses lebih seperti mengecek isi pesan korban.

(Sumber : Liputan6.com)

Baca Juga :