Dolar Keok, Rupiah Perkasa Sentuh Rp15.176

Rekanbola – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp15.176 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot sore ini, Selasa (16/10). Posisi ini menguat 34 poin atau 0,22 persen dari kemarin sore, Senin (15/10) di Rp15.210 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.206 per dolar AS atau menguat dari posisi kemarin di Rp15.246 per dolar AS.

Di kawasan Asia, rupiah menguat bersama beberapa mata uang, seperti won Korea Selatan yang menguat 0,57 persen, peso Filipina 0,4 persen, rupee India 0,21 persen, baht Thailand 0,05 persen, dan ringgit Malaysia 0,04 persen.

Namun, beberapa mata uang Asia lainnya bersandar di zona merah. Yen Jepang melemah 0,27 persen, renminbi China minus 0,03 perse, dolar Hong Kong minus 0,03 persen, dan dolar Singapura minus 0,01 persen.

Sedangkan mata uang utama negara maju bergerak variasi. Poundsterling Inggris menguat 0,26 persen, rubel Rusia 0,24 persen, dan dolar Kanada 0,11 persen. Namun, dolar Australia melemah 0,12 persen, franc Swiss minus 0,12 persen, dan euro Eropa minus 0,05 persen.

Analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan penguatan rupiah hari ini didukung oleh rendahnya kinerja penjualan ritel AS. Data penjualan ritel AS hanya tumbuh 0,01 persen dari ekspektasi pasar sekitar 0,06 persen.

Rendahnya penjualan ritel AS cukup membantu rupiah karena membuat indeks dolar AS tidak begitu tinggi hari ini,” Selasa (16/10).

Selain itu, sentimen perang dagang antara AS-China juga belum kembali terdengar pada pekan ini. Sementara dari domestik, ia menilai ada beberapa sentimen yang berhasil mendukung penguatan mata uang Garuda.

Baca Juga:   Tak Ada Colokan Earphone di Android Sony Berikutnya?

Pertama, rilis neraca perdagangan yang mencatatkan surplus US$230 juta. Menurutnya, meski sentimennya minim, namun setidaknya sudah bisa sedikit mengembalikan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Tanah Air.

Kedua, aksi penukaran dolar AS oleh salah satu pengusaha tajir, Pendiri Mayapada Group Dato Sri Tahir. Tahir menukarnya US$93 juta dan 55 juta dolar Singapura yang dimilikinya. Jumlah ini setara Rp2 triliun.

Ini cukup berpengaruh, tinggal apakah ini akan dilakukan juga oleh pengusaha lainnya atau tidak, tapi mempengaruhi pasar,” katanya.

Sementara untuk esok hari, Ibrahim memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat dengan bergerak di rentang Rp15.170-15.210 per dolar AS. Penguatan rupiah, katanya, akan didukung oleh rilis beberapa data ekonomi China.

Selain itu, bank sentral AS, The Federal Reserve akan kembali melakukan rapat bulanan. “Sepertinya The Fed tidak akan membahas kenaikan bunga acuan, meski Desember akan kembali menaikkan. Tapi, mereka lebih fokus bicarakan ekonomiA terkini AS,” tandasnya.