Donnarumma Telah Lupakan Rasa Kecewanya

Rekanbola –  Pemain asal Prancis, Ousmane Dembele, memutuskan untuk hengkang dari Borussia Dortmund untuk bergabung dengan klub raksasa Spanyol, Barcelona. Kepindahan sang pemain membuat berang rekan setimnya, Roman Weidenfeller.

Seperti yang diketahui, Dembele berlabuh di Camp Nou pada awal musim ini dengan bandrol cukup fantastis, 105 juta euro. Pria berumur 20 tahun tersebut diproyeksikan sebagai pengganti Neymar yang hengkang ke klub Prancis, PSG.

Kepindahan Dembele ke Barcelona membuat kiper kawakan sekaligus rekan setimnya di Dortmund, Weidenfeller, berang. Baginya, sikap yang ditunjukkan oleh sang pemain saat pergi sangatlah konyol dan tidak memiliki memiliki etika.

“Itu bukan cara untKiper belia AC Milan, Gianluigi Donnarumma, mengaku kecewa setelah timnya dibantai oleh Juventus di final Coppa Italia hari Kamis (10/5) lalu. Namun, ia mengatakan telah melupakan kekalahan itu dan mulai menatap laga selanjutnya.

 

Baca Juga :

 

Seperti yang diketahui, Rossoneri tumbang dari rival abadinya tersebut dengan skor telak 4-0. Bahkan, Donnarumma sempat membuat blunder fatal yang menyebabkan gol kedua Mehdi Benatia pada menit ke-64.

Kepada Milan TV, Donnarumma mengaku kecewa tak bisa mempersembahkan trofi Coppa Italia tersebut kepada klubnya. Namun, pemain berumur 19 tahun tersebut telah melupakan itu dan kini menatap dua laga Serie A yang tersisa.

“Kami kecewa, karena sangat ingin menang di pertandingan ini. Dan kami juga meminta maaf karena tak mampu meraihnya. Sekarang waktunya untuk menatap ke depan. Kami punya dua laga penting dan harus bermain baik,” ujar Donnarumma seperti yang dilansir dari Football Italia.

Baca Juga:   Antonio Conte Berang karena Inter Milan Tak Becus Kejar Lukaku

“Peran seorang kiper memang seperti itu, anda bisa berbuat kesalahan dan rasa kecewa itu normal, tapi anda harus move on secepatnya, karena masih ada dua pertandingan penting yang akan datang,” pungkasnya.

Ini bukan kali pertama Milan kalah dari Juventus di final Coppa Italia. Sebagai informasi, kedua tim sempat bertemu pada babak yang sama tahun 2016 lalu, di mana Bianconeri keluar sebagai pemenang melalui gol semata wayang Alvaro Morata pada babak perpanjangan waktuk meninggalkan sebuah klub. Ini adalah klub olahraga, sepakbola, dan bukan tenis. Dia bahkan tidak mengambil sepatunya [sebelum pergi]. Itu sangat konyol,” ujar Weidenfeller kepada ESPN.

“Dembele diberikan kesempatan untuk membangun namanya di Dortmund pada umur 19 tahun. Di sini, dia berkembang menjadi pemain yang ingin dibeli Barcelona. Tapi dia meninggalkan klub, tinggal di rumah dan membuat rekannya kecewa. Itu adalah gaya yang buruk, tidak ada etika,” pungkasnya.

Seolah mendapatkan karma, awal musim Dembele di Barcelona pun terbilang buruk. Ia mengalami cedera di awal musim dan baru benar-benar pulih pada bulan Februari kemarin.

 

(Sumber : BOLA.NET)