Dorong Ekspor, Komisi VI Ingin Anggaran Perdagangan Dimaksimalkan

Rekanbola Wakil Ketua Komisi VI DPR Mohamad Hekal menginginkan anggaran yang terdapat di Kementerian Perdagangan dapat benar-benar dimaksimalkan untuk mendorong ekspor guna mengatasi defisit neraca perdagangan nasional.

“Peran Kementerian Perdagangan harus ditingkatkan untuk mendorong ekspor,” kata Mohamad Hekal, Selasa (23/10).

Sebagaimana diketahui, Komisi VI DPR RI pada Senin (22/10) telah menyetujui pagu anggaran Kemendag yaitu sebesar Rp3,29 triliun pada 2019.

Menurut Hekal, penekanan untuk melesatkan jumlah ekspor penting karena pada saat ini derasnya impor tidak bisa diikuti dengan terangkatnya ekspor secara optimal.

Politisi Partai Gerindra itu berpendapat bahwa masalah utama terkait dengan fenomena pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat adalah karena besarnya impor.

Sementara itu, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai Indonesia perlu melakukan diversifikasi pasar ekspor untuk mengantisipasi dampak negatif perang dagang Amerika Serikat dan China.

Peneliti CIPS Assyifa Szami Ilman mengatakan diversifikasi pasar sangat diperlukan agar Indonesia tidak tergantung kepada China.

Ada baiknya Indonesia juga mulai merambah pasar lain yang tidak kalah potensial, misalnya Afrika dan negara Asia lainnya.

Sebagaimana diwartakan, Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto, meyakini bahwa potensi jumlah ekspor yang dimiliki Indonesia masih bisa jauh lebih besar dari realisasi jumlah ekspor Indonesia yang ada pada saat ini.

“Ekspor Indonesia hanya sekitar 170 miliar dolar AS per tahun, padahal ini masih bisa ditingkatkan,” kata Prijono dalam acara kunjungan lapangan ke Industri Kecil Menengah (IKM) Mitra Usaha Astra Ventura dan acara temu wicara di PT Sagateknindo Sejati di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (16/10).

Ia membandingkan jumlah ekspor tersebut dengan Singapura, yang jumlah ekspornya mencapai sekitar 370 miliar dolar per tahun, padahal populasinya jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia.

Baca Juga:   Vinicius Belum Mau Disebut Sebagai Pemain Inti Madrid

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi yang besar serta dipastikan bisa mengekspor jauh lebih banyak bila produk ekspor nasional memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga harus disiasati dengan baik.

Presdir Astra International mengemukakan, sebanyak 454 IKM binaan Astra Ventura diharapkan semuanya bisa mengekspor sehingga ketergantungan Indonesia terhadap dolar semakin menurun.