Dua narapidana kendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas Sragen

Rekanbola – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah menetapkan Ari (30) warga Karanggede, Kabupaten Boyolali, dan CHY (40) warga Grogol, Sukoharjo sebagai tersangka atas kasus peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas. Keduanya merupakan narapidana Lembaga Pemasyarakatan Sragen. Ari merupakan napi kasus narkoba yang sedang jalani vonis enam tahun setelah ditangkap Polres Boyolali pada 2016.

“Jadi totalnya delapan tersangka. Dua diantaranya dari lapas Sragen. Kami terus mengembangkan penyidikan kasus peredaran sabu ini sehingga tidak tertutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah,” kata Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Muhammad Nur saat gelar perkara, Rabu (29/8).

Nur menjelaskan, pengungkapan kasus peredaran sabu yang dikendalikan napi Lapas Sragen ini bermula dari penangkapan tersangka KK (34) oleh Tim Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Jateng pada Minggu (5/8) di Kota Surakarta.

Dari pengembangan penangkapan tersangka KK, BNN Provinsi Jateng menangkap tersangka DW (28), HL (27), AD (31), YG (30), RA (23), dan CHY (40).

“Total ada delapan tersangka yang kami amankan dalam pengungkapan kasus peredaran sabu, dua diantaranya merupakan napi Lapas Sragen,” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan BNN Provinsi Jateng dari para tersangka antara lain, paket sabu dalam berbagai ukuran, 110 butir pil Inex, delapan telepon seluler, timbangan digital, empat unit sepeda motor, dan kartu ATM.

Seluruh tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana maksimal hukuman mati.

Baca Juga:   JK ingatkan Anies soal keputusan reklamasi tak rugikan investor