Dua Partai Pendukung Jokowi Saling Sindir

Rekanbola Partai pendukung capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin, saling sindir terkait dengan pernyataan salah satu partai soal korupsi.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI), melalui Ketua DPP PSI Tsamara Amany mengatakan ‘dosa-dosa’ partai yang sudah lama berdiri namun masih menjadi ‘kebiasaan’.

Pernyataan Tsamara itu langsung disambut oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), melalui Wasekjennya Daniel Johan, yang tidak terima dengan pernyataan PSI itu.

“Biasanya yang gembar-gembor ngaku sebagai partai yang bersih, justru akan malu sendiri karena terbukti sebaliknya,” ujar Daniel Johan kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (26/10).

Daniel meminta Tsamara dan juga PSI untuk lebih berhati-hati dalam berbicara. Menurutnya, setiap parpol pasti berkomitmen dalam pemberantasan korupsi.

“Tak satupun partai di negeri ini yang mengajarkan kepada kadernya untuk melakukan korupsi. Setiap partai memiliki kebijakan terkait pakta integritas dalam rekrutmen kadernya. PKB sendiri memiliki tindakan yang tegas terkait komitmen pemberantasan korupsi, PKB menjadi partai terdepan yang menolak pencalegan kembali mantan koruptor,” tuturnya.

Daniel meminta parpol yang ada untuk tak saling tuding. Menurutnya, ke depan, yang terpenting adalah membentuk kepemimpinan dan demokrasi yang efektif untuk mewujudkan pemerintahan maupun kepartaian yang bersih.

“Untuk mewujudkan pemerintahan maupun kepartaian yang bersih, bukan sekedar slogan, sistem ini menjadi tantangan yang besar utk kita semua, perlu kajian yang mendalam dari seluruh stakeholder,” kata Daniel.

Sebelumnya, Ketua DPP PSI Tsamara Amany tiba-tiba bicara tentang ‘dosa-dosa’ partai yang sudah lama berdiri namun masih menjadi ‘kebiasaan’. Setidaknya ada dua ‘dosa’ partai lama yang disebutkan Tsamara.

Pertama, Tsamara menyinggung soal komitmen partai lama terhadap pemberantasan korupsi. Kedua, soal proses rekrutmen partai lama tak jauh dari kata ‘mahar politik’.

Baca Juga:   Moeldoko Ingatkan Rekonsiliasi Tak Berarti Negosiasi

“Kita tidak tahu apa yang terjadi dan dibicarakan. Tapi kabar yang santer beredar selalu melibatkan sejumlah uang sebagai mahar. Tak ada uang, tak ada pencalonan,” kata Tsamara alam keterangan tertulis, Kamis (25/10).