Duka Pengungsi Gempa Lombok di Hari Idul Adha

Rekanbola – “Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar, laa illaa haillallahuwallaahuakbar Allahu akbar walillaahil hamd”.

Gema suara takbir berkumandang di Posko Pengungsian Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, mengajak para warga terdampak gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk bersiap mengikuti shalat Idul Adha.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sebagian warga Lombok, seperti di Desa Kekait, harus mengikuti shalat Idul Adha di antara tenda-tenda tempat mereka tinggal sementara.

“Kita yakin bila Allah mencintai hambanya, pasti akan menguji sejauh mana ketebalan iman dan ketabahan kita menghadapi ujian,” kata Kepala Desa Kekait Ustadz Muhammad Zaini ketika memberikan sambutan sebelum pelaksanaan shalat Idul Adha 1439 Hijriah di tempat itu.

Zaini mengatakan biasanya shalat hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, dilaksanakan di Masjid Baiturrahman. Oleh karena terdampak gempa, shalat Idul Adha dilaksanakan di tanah lapang, tempat tenda-tenda sementara didirikan.

Jangankan shalat di dalam masjid. Masuk ke rumah sendiri saja warga tidak berani. Banyak rumah yang roboh karena gempa. Beberapa rumah yang masih berdiri, dengan kondisi rusak.

Baca Juga:   Cekik Pacar Hingga Tewas, Warga Jalan Sisingamangaraja Ini Dituntut 20 Tahun Penjara