Dulu Punya Rp 63 T, karena Krisis Pria Ini Jadi Bangkrut

Rekanbola – Kondisi krisis keuangan tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di beberapa negara lain seperti Irlandia. Karena krisis global pada 2008, banyak yang terkena imbasnya, termasuk miliuner bernama Sean Quinn.

Mengutip Forbes, Senin (30/7/2018), krisis membuat kerajaan bisnis Quinn mengalami kebangkrutan. Quinn yang memiliki kekayaan pribadi sekitar US$ 6 miliar atau sekitar Rp 63 triliun itu akhirnya secara sukarela mendaftarkan kebangkrutan karena ‘salah investasi’.

Quinn memulai bisnisnya dengan menjual pasir dan batu-batuan dari menggali tanah pertanian orang tuanya pada awal tahun 1970-an. Ia sukses membangun Quinn Group menjadi perusahaan bernilai miliaran dolar yang tersebar dari pertambangan, manufaktur, real estate, dan asuransi.

Hingga akhirnya kelesuan bisnis Quinn dimulai tahun 2008, ketika terjadi krisis finansial global. Pada masa booming real estate di Irlandia, Quinn telah membeli 25% saham Anglo Irish Bank yang memiliki instrumen finansial berisiko menggunakan dana pinjaman dari Anglo Irish Bank.

Dan ketika pasar properti jatuh, saham tersebut juga ikut anjlok dan menjadi tidak bernilai ketika bank tersebut dinasionalisasi tahun 2009.

Karena tidak mampu membayar utangnya yang sangat besar kepada bank tersebut, Quinn terpaksa menyerahkan Quinn Group miliknya kepada Anglo Irish Bank senilai US$ 1,85 miliar pada April 2011.

Pada waktu itu, Anglo mengeluarkan pernyataan yang sederhana bahwa mereka telah memiliki sejumlah besar uang dari Sean Quinn dan keluarganya karena mereka berada dalam posisi tidak mampu membayar utang. Jaminan dari pinjaman-pinjaman itu adalah saham milik keluarga di Quinn Group.

Quinn menyatakan pengumuman kebangkrutan personalnya dibuat dengan kesedihan yang mendalam dan penyesalan. Namun menurutnya, langkah tersebut merupakan opsi terakhir yang tersisa.

Baca Juga:   Ekonomi Jerman Vs Korsel, Siapa Lebih Unggul?

Namun Quinn berpendapat mayoritas utang yang sangat banyak dan dibiayai Anglo terdapat selisih.

Quinn juga menunding Anglo dan pemilik barunya yakni pemerintahan Irlandia mencoba untuk mengorbankan dirinya dan keluarga. Ia menuding Anglo secara konsisten telah mengabaikan kesalahannya sendiri.

Kontroversi seputar deklarasi kebangkrutan Quinn tidak berhenti sampai di situ. Irish Bank Resolution Corporation kemudian menyatakan telah siap melakukan investigasi dengan tujuan mengevaluasi validitas aplikasi kebangkrutan Quinn.

Quinn diketahui mendaftarkan kebangkrutan di wilayah Fermanagh di Utara Irlandia, yang masuk wilayah Inggris karena diklaim sebagai tempat tinggal dan tempatnya berbisnis.

Namun bank mengeluarkan pernyataan Quinn sebenarnya tinggal di wilayah Cavan, di sisi Irlandia di perbatasan dengan Inggris, dan menyebut kepentingan bisnis Quinn yang lebih luas dan kewajibannya ada di dalam negara tersebut

Karenanya, Quinn tidak bisa mendapatkan pinjaman kembali hingga 12 tahun lamanya. Sebab di Republik Irlandia, seseorang harus menunggu selama 12 tahun sebelum mendapatkan pinjaman atau membangun bisnis setelah mendaftarkan kebangkrutan.

Ketika masa kejayaannya memuncak, Sean Quinn menempati posisi ke-164 dalam daftar orang terkaya di dunia versi majalah Forbes. Sekarang, mungkin dia akan dikenal sebagai orang yang kalah terbesar dari krisis finansial global tahun 2008.

 

( Sumber : detik.com )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *