ECA dan UEFA Akan Bersatu Hentikan Liga Super Eropa

Rekanbola – Wacana soal penyelenggaraan Liga Super Eropa mendapatkan pertentangan dari berbagai penjuru dunia. Kali ini, Asosiasi klub Eropa (ECA) dan UEFA diyakini akan bersatu guna menghalangi jalannya kompetisi tersebut.

Liga Super Eropa memang sedang menjadi perbincangan besar di kalangan publik sepak bola. Kompetisi tersebut menyatukan banyak klub besar di penjuru dunia dan kemungkinan akan menghapus ajang bergengsi, Liga Champions.

Perbincangan soal itu sendiri sempat menguap beberapa waktu lalu, sebab tidak ada kelanjutan pasti. Namun baru-baru ini, laporan yang disebarkan oleh media Jerman, Der Spiegel, membuka tabir baru dalam perkembangan Liga Super Eropa.

 

ECA dan UEFA Bersatu

Begitu terkuak, para klub yang dituding bersekongkol dalam pembentukan Liga Super Eropa langsung ramai-ramai membantah. Bayern Munchen merupakan tim yang paling pertama menegaskan bahwa mereka tidak ikut serta dalam rencana itu.

Kali ini, Sky Sport mengklaim bahwa ECA dan UEFA juga tidak akan tinggal diam dalam menyikapi laporan tersebut. Kedua organisasi tersebut bahkan diyakini akan bersatu guna menghalangi Liga Super Eropa muncul ke permukaan.

ECA sendiri merupakan organisasi yang terbentuk oleh himpunan dari berbagai klub Eropa, termasuk Premier League. Dapuk pimpinannya saat ini sedang dipegang oleh Andrea Agnelli, yang klubnya juga masuk dalam tudingan dari Der Spiegel itu.

Tidak hanya kedua organisasi itu saja yang menolak hadirnya Liga Super Eropa. FIFA, melalui sang presiden Gianni Infantino, sempat memberikan peringatan bahwa siapapun pemain yang terlibat dalam Liga Super Eropa, akan dilarang tampil di pentas internasional.

 

Klarifikasi Arsenal

Selain penolakan, dukungan juga rupanya muncul dari berbagai kalangan. Salah satunya terlontar dari mulut seorang direktur Arsenal, Vinai Venkatesham, sekitar awal pekan ini.

Baca Juga:   David De Gea Bidik Juara Piala Dunia Bersama Spanyol

Kala itu, ia menyatakan bahwa The Gunners siap menjadi bagian dari diskusi soal masa depan Liga Super Eropa. Namun baru-baru ini, ia mengklarifikasi bahwa sikap tersebut tidak berarti klubnya akan keluar dari Premier League jika kompetisi itu muncul.

“Arsenal tidak atau tak akan pernah tertarik bermain di kompetisi apapun yang bisa membuat Premier League semakin lemah,” ujar Vinai, dikutip dari Sky Sports.

“Premier League adalah liga yang sedang memimpin di dunia dalam hal olahraga, kami tidak ingin melakukan apapun yang bisa merusak Premier League,” sambungnya.

“Saya melihat dalam artikel bahwa Arsenal ingin keluar, kami tidak pernah ingin melakukan itu. Tetapi kami juga harus sadar harus menjadi bagian dari perbincangan atau kami tidak akan bertanggung jawab. Bukan berarti kami mendukung mereka,” tandasnya.