Ekspresi Datar Oma Mulyana Populerkan Kumadinya Welah, Siapa Menginspirasi?

REKANBOLA – Oma Mulyana, sosok di balik video klip ‘Kumadinya Welah’, selalu datar alias miskin ekspresi. Tapi di balik itu semua, dalam kehidupan sehari-hari, Oma termasuk periang dan tak jarang suka bercanda.

Seperti saat ditemui di rumahnya, di Desa Mekarsari, Kecamatan Cimaung, Kamis 22 November 2018. Oma cukup sering melepaskan senyum dan tertawa saat diajak berbincang.

Padahal, tiap kali menonton video klipnya, tak jarang penonton dibuat tertawa karena penyanyi pria berambut klimis ini saat melantunkan ‘Kumadinya Welah’ dengan ekspresi super datar.

Oma sepertinya memasang tampang lempeng (datar) ini bukan tanpa sebab. Mengingat judul lagunya yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia ‘Terserah Kamu Saja’ yang bisa mewakili ungkapan masa bodoh dari seorang kepada pasangannya atau temannya.

Setelah menuai banyak penonton lewat videonya, Oma Mulyana mengaku tak terinspirasi dari artis manapun.

“Saya mah ingin berbeda saja. Misalkan, saya ini dulunya penjahit di pabrik. Saat menjahit baju, saya suka bikin variasi sendiri. Begitu juga kalau nyanyi, saya enggak mau niruin orang lain,” kata Oma yang pernah menjadi buruh pabrik pakaian selama 13 tahun.

Beberapa penyanyi berhasil membuat lagu dari lirik-lirik yang sebenarnya sederhana, tetapi setelah beredar ke masyarakat bisa diterima. Dalam kasus Oma, tidak sampai di sana. Menambah goyangan baru adalah kemampuan lain pria berusia 34 tahun itu.

Menurut Oma, goyangan yang muncul di video “Kumadinya Welah” sempat dibuatkan nama.

“Pas pertama itu mau kasih nama goyang leor. Tapi setelah viral jadi tari kumadinya welah,” kata ayah dua anak ini.

Setelah video pertamanya viral, Oma mengaku banyak yang mencoba mengikuti gerakan tariannya. Bahkan ada beberapa komunitas zumba yang menggubahkan lagunya tersebut sebagai instrumen musik.

Baca Juga:   Ibu Hamil, Menjauhlah dari Asap Rokok 

“Saya sih enggak masalah, mau dipakai senam kesehatan jasmani (SKJ) juga enggak apa-apa. Malahan lebih senang karya kita diterima banyak orang,” ujar Oma.