Elon Musk Kirim Email Sabotase Tesla untuk Seluruh Karyawan

Rekanbola – Chief Executive Tesla Elon Musk mengirimkan email kepada seluruh karyawan Tesla bahwa ada karyawan yang melakukan sabotase terhadap perusahaan.

Karyawan yang tidak disebutkan namanya ini diduga membuat perubahan kode yang tidak spesifik pada proses manufaktur.

Orang tersebut pun diduga mengirimkan data Tesla yang sensitif kepada pihak ketiga yang tidak disebutkan namanya. Dilansir dari Reuters, juru bicara perusahaan Gina Antonini menolak berkomentar ketika dihubungi melalui email.

Dalam email Musk yang dibaca oleh Reuters, Musk telah mempelajari dugaan sabotase ini selama satu pekan.

“Sejauh mana tindakan sabotase tersebut belum jelas. Tetapi apa yang telah dia (pelaku) aku sejauh ini sangat buruk,” jelasnya.

Musk menambahkan, motivasi pelaku melakukan sabotase karena menginginkan promosi yang tidak dia terima. Reuters tidak dapat mengonfirmasi secara independen salah satu klaim dalam email tersebut.

Musk menulis bahwa perusahaan akan menyelidiki masalah tersebut minggu ini. Dia menambahkan bahwa Tesla diperlukan untuk menentukan apakah orang itu bertindak sendiri atau terorganisir dengan pihak ketiga.

“Seperti yang diketahui, ada daftar panjang organisasi yang ingin Tesla mati,” tulis Musk, dengan mengatakan mereka termasuk penjual short-seller Wall Street, perusahaan minyak dan gas, dan saingan perusahaan mobil tanpa sebut nama.

Sebelumnya pada Senin,(18/6) Musk mengirim email terpisah kepada karyawan mengenai pemberitahuan kejadian sabotase tersebut. Sabotase sistem tersebut diduga menjadi penyebab kebakaran kecil dalam pabrik Tesla.

“Bara api itu padam dalam hitungan detik. Tidak ada cedera atau kerusakan peralatan yang signifikan, dan produksi kembali online,” jelas email Musk.

Minggu lalu, Musk mengumumkan bahwa sembilan persen dari tenaga kerja perusahaan sedang di-PHK, tanpa menentukan jumlah pasti.

Baca Juga:   Hati-hati Dimata-matai Ponsel Sendiri

Proporsi profitabilitas jangka panjang Tesla bergantung pada peningkatan output Model 3, yang ditujukan untuk produksi massal.

 

 

(Sumber : cnnindonesia.com)