Emak-emak korban arisan online Mama Yona ngamuk di PN Bekasi

Rekanbola – Kuasa hukum puluhan korban arisan online ‘Mama Yona’, Syafrudin mengatakan penyebab kegaduhan di Pengadilan Negeri Bekasi karena dipicu insiden pemukulan oleh suami terdakwa kepada seorang korban arisan.

“Itu wajar sebagai tindakan yang reaktif dari para korban, selain kehilangan uang puluhan juta, mereka mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan,” kata Syafrudin di PN Bekasi, Selasa (25/9).

Syafrudin menuturkan, insiden kegaduhan bermula dari sidang dengan agenda pemeriksaan saksi korban selesai. Seorang korban arisan, menurut dia, hendak merekam wajah suami terdakwa, Desi Sitanggang (23).

“Pengambilan gambar itu ditolak, kemudian sempat terjadi pemukulan,” ujar dia.

Insiden itu mengundang perhatian para korban lain. Mereka ramai-ramai ingin masuk ke dalam ruang sidang, namun dihalau oleh petugas keamanan. Situasi semakin memanas karena terjadi adu argumen antara satpam dengan emak-emak korban arisan online.

Sejumlah JPU yang tengah sidang di ruangan lain sampai keluar meminta pengunjung diam, karena kegaduhan itu mengganggu jalannya persidangan. Satpam pun mengambil tindakan tegas dengan mengusir puluhan emak-emak keluar dari dalam pengadilan.

“Kalau tidak puas silakan lapor polisi, jangan mengganggu sidang,” ujar seorang Satpam dengan nada tinggi.

Kegaduhan berlanjut ketika suami terdakwa dibawa keluar oleh polisi. Emak-emak yang sudah kadung emosi mengejarnya ke ruang panitera di lantai dua. Beruntung polisi dan Satpam segera menghalaunya.

“Buntut dari insiden tadi sudah selesai. Suami terdakwa mengakui kesalahannya, dan meminta maaf,” kata Syafrudin.

Syafrudin menambahkan sidang sendiri berjalan lancar. Ada tiga orang saksi korban diperiksa oleh majelis hakim. Sidang akan dilanjutkan dengan agenda yang sama pekan depan.

“Para korban bersikukuh agar terdakwa mengembalian uangnya. Total kerugian mencapai Rp 15 miliar dari 35 orang korban,” kata Syafrudin.

Baca Juga:   10 Screenshot Balasan SMS Penipuan Yang Anti Mainstream!