Eni Saragih: Uang suap proyek dipakai Munaslub, Golkar yang kembalikan

Rekanbola – Tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih berjanji akan mengembalikan uang yang dia terima dari proyek senilai USD 900 juta. Eni tercatat sudah mengembalikan Rp 1 miliar kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun terkait uang yang dipakai untuk Munaslub Partai Golkar, Eni meminta pihak partai berlambang beringin yang mengembalikan sendiri ke lembaga antirasuah.

“Apa yang memang saya gunakan untuk sendiri, saya akan kembalikan. Tapi mana (uang) yang dipakai Munaslub Golkar, ya Golkar yang mengembalikan,” unar Eni usai menjalani pemeriksaan, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/10).

Eni sempat membeberkan penerimaan uang suap PLTU Riau-1 digunakan untuk Munaslub Golkar yang mengukuhkan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum menggantikan Setya Novanto.

Eni tak mau bertanggung jawab atas uang yang masuk ke Partai Golkar. Namun untuk uang yang dia terima, Eni menyatakan siap untuk melunasinya dengan cara mencicil.

“Saya janji, mudah-mudahan bisa saya kembalikan maksimal. Pokoknya saya lagi berusaha semaksimal mungkin kooperatif,” kata Eni.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan tiga orang tersangka, yakni Eni Maulani Saragih, Johanes Budisutrino Kotjo, dan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham. Idrus diduga secara bersama-sama dengan Eni menerima hadiah atau janji dari Johanes terkait kasus ini.

Idrus disebut berperan sebagai pihak yang membantu meloloskan Blackgold untuk menggarap proyek PLTU Riau-1. Mantan Sekjen Golkar itu dijanjikan uang USD 1,5 juga oleh Johanes jika Johanes berhasil menggarap proyek senilai USD 900 juta itu.

Proyek PLTU Riau-I sendiri masuk dalam proyek 35 ribu Megawatt yang rencananya bakal digarap Blackgold, PT Samantaka Batubara, PT Pembangkit Jawa-Bali, PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co. Ltd.

Baca Juga:   Cara Kotor Kolega Markus Nari Dapatkan BAP Miryam Haryani

One thought on “Eni Saragih: Uang suap proyek dipakai Munaslub, Golkar yang kembalikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *