Fadli Zon Kritik Adanya Arahan Jokowi ke TNI/Polri

Rekanbola – Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, mengkritik adanya arahan Presiden Joko Widodo kepada TNI-Polri di Istana Negara. Menurut Fadli, permintaan Presiden Jokowi potensial menarik kembali TNI/Polri masuk ke dalam pusaran politik praktis.

“Permintaan Presiden Joko Widodo di depan anggota TNI/Polri untuk mensosialisasikan kinerja pemerintah, jelas pernyataan yang sangat berbahaya. Sangat politis,” kata Fadli lewat keterangan persnya di Jakarta pada Jumat 24 Agustus 2018.

Fadli menjelaskan hal itu bertentangan dengan UU TNI/Polri yang melarang terlibat politik. Fadli juga menjelaskan sosialisasi capaian pemerintah bukan tugas TNI/Polri.

“Selain dilarang UU, yang juga penting dicatat, mensosialisasikan kinerja pemerintah, jelas bukan bagian tugas TNI/Polri. Anggota TNI/Polri tidak dipersiapkan khusus menjalankan tugas tersebut,” ujar Fadli.

Alasan kedua, permintaan Presiden kepada anggota TNI/Polri menurutnya sangat politis. Sebab, yang menyampaikannya adalah Presiden yang pada saat bersamaan juga berstatus sebagai bakal calon presiden.

“Larangan ini juga dipertegas kembali dalam pasal 67 PKPU No.23 tahun 2018, tentang kampanye pemilihan umum. TNI dan Polri dilarang melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu,” kata Fadli.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memberikan pengarahan kepada siswa sekolah staf dan komando TNI, dan peserta sekolah staf dan pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia Tahun 2018 di Istana Negara, Jakarta.

Kemarin, Jokowi mengatakan, sudah banyak program dan kerja yang dilakukan oleh pemerintah. “Saya titip seluruh perwira juga ikut mensosialisasikan, ikut disampaikan pada momen-momen yang tepat untuk menyampaikan itu,” kata Jokowi.

Baca Juga:   Polisi Sudah Ingatkan Dhani Cs soal Potensi Ricuh #2019GantiPresiden