Fahri Dorong Rekonsiliasi Total Jokowi-Prabowo, TKN: Nggak Usah Khawatir

REKANBOLA – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berharap rencana pertemuan antara capres Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto menjadi ajang rekonsiliasi total kedua tokoh. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin memastikan hal tersebut.

“Fahri Hamzah nggak usah khawatir dan nggak usah punya imajinasi bahwa pertemuan dimaksud hanya untuk menenangkan rakyat,” kata Wakil Ketua TKN Arsul Sani kepada wartawan, Senin (3/6/2019).

Arsul mengatakan Jokowi dan Prabowo akan membicarakan isu-isu khusus terkait kepentingan masyarakat. Selain itu, Arsul meyakini Prabowo akan menyampaikan aspirasinya untuk pemerintahan Jokowi pada periode 2019-2024.

“Tentu kalau Pak Jokowi dan Pak Prabowo akan juga membicarakan beberapa isu yang menjadi diskursus di kalangan masyarakat kita. Kedua, beliau akan saling bertukar pandangan dan karena insyaallah yang akan memerintah untuk lima tahun ke depan adalah Pak Jokowi, maka Pak Prabowo juga akan menyampaikan aspirasi dari kalangan pendukungnya dan Pak Jokowi akan mengakomodasinya,” ujar politikus PPP itu.

Lantas, kapan pertemuan itu dilaksanakan? Arsul menyebut pertemuan akan berlangsung dalam momen Idul Fitri.

“Insyaallah nanti bulan Syawal ya. Sekaligus ber-Idul Fitri,” kata Arsul.

Sebelumnya, Fahri Hamzah mendukung jika ada pertemuan antara capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Namun, bagi dia, pertemuan itu harus memiliki tujuan yang jelas.

Menurut Fahri, pertemuan itu jangan hanya demi menyenangkan rakyat. Ia berharap berbagai persoalan yang timbul pasca-Pilpres 2019 dapat diselesaikan Jokowi dan Prabowo. Fahri berbicara soal rekonsiliasi total.

“Pilihan buat Pak Jokowi ini apa atau dengan Pak Prabowo sekaligus ya, rekonsiliasi total atau benturan terus-menerus,” kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (31/5).

Baca Juga:   Lewat Warung Kopi, Bravo-5 Siap Himpun 10 Juta Suara untuk Jokowi

“Kalau kita mau ngomong soal rekonsiliasi total, semua unek-unek, semua problemnya itu harus diserap oleh pemimpin, diletakkan di atas meja dan diselesaikan,” imbuh dia.