Fakta Menarik dari Bulutangkis Asian Games 2018

Rekanbola – Medali emas beregu putra dan putri Asian Games 2018 menjadi milik China dan Jepang. Sejumlah fakta menarik dicatatkan dari ajang itu, apa saja?

Bulutangkis beregu putra dan putri usai pada Rabu (22/8). Indonesia kebagian satu perak dan satu perunggu.

Perak menjadi milik skuat Merah Putih putra usai dikalahkan China 3-1 di final. Tim putri menyerah di tangan Jepang pada semifinal.

Situs resmi Asian Games 2018 dan detikSport mencatatkan sejumlah fakta menarik dari bulutangkis Asian Games.

 

Baca Juga : Aldila Kalah, Indonesia Tanpa Medali di Tenis Tunggal Putri

 

Berikut data dan fakta menarik dari bulutangkis di Asian Games 2018 sejauh ini: 

7 tahun – Jepang meraih medali emas ketujuh dari seluruh nomor bulutangkis Asian Games sejak Kanako Yonekura menjadi juara tunggal putri pada 1998. Sebelumnya, Jepang menuai medali emas beregu putri pada 1966 dan 1970.

6 tahun – Gelar juara beregu bulutangkis putra yang didapatkan CHina. Melampaui Indonesia (5).

5 tahun – Lin Dan mengoleksi 5 medali emas bulutangkis di Asian Games, menyamai Christian Hadinata dari Indonesia.

8 tahun – Indonesia menyamai torehan Asian Games 2010 dengan meraih medali perunggu di beregu putri.

2 tahun – Greysia Polii menjadi satu-satunya pemain putri yang tampil pada Asian Games 2010 dan 2016.

16 tahun – Beregu putra Indonesia menyamai medali perak Asian Games 200 dengan raihan perak.

24 tahun – Indonesia paceklik emas beregu putra Asian Games sejak 1994.

Baca Juga:   Bungkam Grigor Dimitrov, Rafael Nadal Kembali Ke Perempatfinal Di Monte Carlo