Fed Rate Bakal Naik September, Rupiah Tersungkur ke Rp14.661

Rekanbola – Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot dibuka melemah 14 poin atau 0,1% ke level Rp14.652 per USD pada perdagangan Jumat (24/8/2018).

Laju rupiah semakin anjlok di indeks Bloomberg sebesar 23 poin atau 0,16% ke level Rp14.661 per USD pada pukul 10.40 WIB. Kamis kemarin, rupiah ditutup melemah 63 poin atau 0,44% ke level Rp14.637 per USD.

Hal serupa juga tercatat di data Yahoo Finance, dimana rupiah melemah 33 poin atau 0,23% ke level Rp14.658 per USD, berbanding penutupan Kamis di Rp14.625 per USD.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Jumat ini berada di Rp14.655 per USD, terdepresiasi 33 poin dari posisi Rp14.620 di Kamis kemarin.

Melemahnya rupiah dan beberapa mata uang emerging market lainnya karena risalah bank sentral AS, Federal Reserve. Melansir dari Reuters, Jumat (24/8), risalah pertemuan kebijakan terbaru The Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga (Fed rate) akan dilakukan pada September. Hal ini mendukung dolar AS menguat.

Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama naik 0,3% menjadi 95,415. Hal ini membuat euro turun sekitar 0,3% ke level USD1,1559 per EUR. Yen Jepang jatuh 0,3% menjadi 110,91 karena permintaan dolar sebagai safe haven menguat.

Dolar Australia turun 0,8% ke level 0,7283 karena guncangan politik terhadap Perdana Menteri Malcolm Turnbull yang digulingkan partainya sendiri, Partai Liberal. Menteri Keuangan Australia, Scott Morrison akan menjadi perdana menteri berikutnya setelah Turnbull digulingkan pada Jumat ini. Yuan China turun 0,4% menjadi 6,8765 per USD setelah berlakunya perang tarif terbaru AS-China.

Baca Juga:   Tangkal Ketidakpastian Ekonomi Global, RI Siapkan Kebijakan Baru

(Kredit www.ekbis.sindonews.com)