FedEx Minta Maaf Gagal Kirim Paket Huawei ke AS

REKANBOLA

FedEx, perusahaan penyedia jasa pengiriman, mengakui ada kesalahan operasional yang mengakibatkan paket telepon milik Huawei Technologies Co Ltd tidak sampai ke alamat tujuannya di Amerika Serikat (AS).

Awal bulan ini, China diketahui meluncurkan investigasi untuk memeriksa paket yang dikirimkan ke alamat yang salah dan tanpa penjelasan. Investigasi ini seharusnya tidak dikaitkan sebagai pembalasan terhadap perusahaan AS, mengingat hubungan dagang kedua negara semakin memburuk.

AS dan China diketahui terlibat dalam perselisihan dagang yang telah terjadi lebih dari satu tahun terakhir.

Hingga saat ini, FedEx belum memberikan tanggapan.

Sebelumnya, perkara pemblokiran paket terjadi saat Huawei menerbangkan paket dari Jepang ke China. Paket tersebut diketahui dibawa kembali ke AS.

Pemerintah China curiga FedEx memblokir pengiriman paket Huawei. Langkah ini seperti menyamai sikap Presiden AS Donald Trump yang memblokir penggunaan perangkat Huawei, perusahaan teknologi raksasa asal China.

Pernyataan resmi Pemerintah China menyatakan tindakan FedEx telah secara serius merusak hak dan kepentingan klien yang sah, dan melanggar undang-undang dan peraturan China tentang sektor pengiriman ekspres. Karenanya, Pemerintah China berencana menyelidiki permasalahan ini.

Kami menyambut operasi sah perusahaan asing di China. Tetapi, jika mereka melanggar hukum di China, kami perlu menyelidikinya sesuai dengan hukum yang berlaku di China,” ujar Wakil Menteri Perdagangan sekaligus Wakil Negosiator Perdagangan China Wang Shouwen, seperti dilansir awal bulan ini.

Baca Juga:   Investor Khawatir Obligasi AS Melonjak, Wall Street Tertekan