Festival Pasar Tradisional Diadakan di Yogyakarta

Rekanbola Grebeg Pasar Tradisional Yogyakarta yang akan digelar Sabtu (20/10) mengusung konsep yang berbeda pada tahun ini, yaitu menampilkan budaya tradisional yang dipadukan dengan budaya milenial.

“Tema grebeg pada tahun ini adalah Grebeg Milenial. Setiap kontingen yang mewakili seluruh pasar tradisional di Kota Yogyakarta akan menampilkan atraksi yang memadukan budaya tradisional dengan gaya milenial atau kekinian,” kata Kepala Seksi Pengembangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Dwinanto Sujatmiko di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, tema Grebeg Milanial tersebut dipilih sebagai bentuk representasi bahwa pasar tradisional tetap berusaha eksis di tengah perkembangan zaman yang sangat pesat.

“Pedagang pasar tradisional ingin menunjukkan identitas mereka di tengah zaman milenial dengan berbagai perkembangan yang sangat pesat di berbagai bidang. Identitas ini ingin mereka tunjukkan ke masyarakat selain bentuk syukur bahwa mereka masih bisa berusaha di pasar tradisional,” katanya.

Perwujudan konsep tradisinonal yang dikolaborasikan dalam gaya milenial, lanjut Dwinanto dapat dilihat dari kostum yang digunakan oleh seluruh kontingen, salah satunya dominasi warna emas dan perak.

Meski konsep yang digunakan berbeda, namun sama seperti tahun sebelumnya, setiap pasar tradisional yang mengikuti grebeg tetap akan membawa gunungan yang terbuat dari berbagai jenis barang dagangan yang dominan dijual di masing-masing pasar.

“Untuk tahun ini, saya belum menerima informasi jenis gunungan yang akan ditampilkan. Tetapi, bisa saja Pasar Klithikan membawa gunungan dari berbagai barang elektronik, bahkan gitar seperti tahun lalu,” katanya.

Selain kontingen yang mewakili 30 pasar tradisional di Kota Yogyakarta, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta juga akan memeriahkan grebeg dengan menampilkan tema Petruk Milenial.

Baca Juga:   Kisah Mary Kay Ash: Janda yang Jadi Miliarder Berkat Bisnis Kosmetik

Dwinanto mengatakan, Petruk merupakan tokoh wayang yang memiliki sifat cerdas dan bisa menempatkan diri dengan baik di segala kalangan.

“Sifat inilah yang ingin kami miliki sehingga terwujud komunikasi yang harmonis dengan seluruh kalangan dan juga pedagang pasar,” katanya.

Grebeg Pasar Tradisional tersebut juga diharapkan dapat menjadi promosi sehingga masyarakat tetap berbelanja di pasar tradisional.

Grebeg Pasar Tradisional akan dimulai dari Pasar Beringharjo menuju Titik Nol Kilometer, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Nyai Ahmad Dahlan dan berakhir di Pasar Ngasem.

“Nantinya, gunungan yang dibawa pedagang bisa diperebutkan oleh masyarakat di Pasar Ngasem,” katanya.