Fredrich Yunadi Akhirnya Dipindahkan ke Rutan Cipinang

 

Rekanbola.com – Keinginan terdakwa kasus upaya perintangan Fredrich Yunadi untuk dipindahkan ke Lapas Cipinang, Jakarta Timur akhirnya terkabulkan. Pada Rabu (2/5) kemarin, advokat berusia 67 tahun itu resmi dipindahkan ke Cipinang.

Pemindahan ini menindak lanjuti permintaan Fredrich yang merasa diperlakukan gak manusiawi selama ditahan di rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satunya karena obat Galnax untuk penyakit jantungnya dibatasi konsumsinya.

Baca Juga :

7 Meme Beda Kelakuan Cewek Di Instagram Vs Realita Ini Mak Jleb Banget

Fredrich juga sempat berkomentar soal dia yang sejak awal seharusnya gak ditempatkan satu rutan di KPK. Apa yang ia sampaikan? Bagaimana proses pemindahan Fredrich kemarin?

1. Fredrich dipindahkan ke Lapas Cipinang atas dasar penetapan majelis hakim

Fredrich Yunadi Akhirnya Dipindahkan ke Rutan Cipinang
.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan Fredrich dipindahkan ke Lapas Cipinang berdasarkan putusan majelis hakim. Semula, Fredrich ingin agar dipindahkan ke rutan di Polres Jakarta Pusat, namun gak dipenuhi.

“Atas dasar penetapan hakim, mulai hari Rabu penahanan terhadap Fredrich dipindahkan ke rutan Klas I Cipinang, Jakarta Timur,” ujar Febri di gedung KPK pada Rabu malam (2/5).

Pemindahan dilakukan pada sore hari. Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Takdir Suhan yang ikut mendampingi Fredrich saat proses pemindahan, semua kegiatan itu berjalan dengan lancar.

“Terdakwa kooperatif dan siap untuk melaksanakan penetapan majelis hakim,” ujar Takdir melalui pesan pendek kepada IDN Times pada pagi ini.

2. Fredrich mengeluhkan seharusnya gak boleh jadi satu rutan dengan Setya Novanto

Fredrich Yunadi Akhirnya Dipindahkan ke Rutan Cipinang

Sebelum dipindahkan, Fredrich sempat menyatakan keluhannya kepada media. Ia mengatakan seharusnya sejak awal gak dijadikan satu rutan dengan mantan kliennya, Setya Novanto. Sebab, itu akan menimbulkan konflik kepentingan. Apalagi Novanto akan dijadikan saksi pada hari ini di sidang Fredrich.

Baca Juga:   Demokrat: Parpol Bahas Poros Ketiga Itu Bagian Dinamika Politik

“Kami ditahan satu ruangan dengan SN (Setya Novanto) sedangkan beliau adalah saksi. Ini kan akan menjadi komplikasi, itu sebetulnya tidak boleh. Saya saja ketemu Pak Bimanesh walau hanya menyampaikan salam saja saya kaget, apalagi sampai satu kamar. Kalau mau merasakan coba menginap deh semalam, baru tahu apa yang terjadi,” ujar Fredrich.

3. Setya Novanto dijadikan saksi untuk Fredrich hari ini

Fredrich Yunadi Akhirnya Dipindahkan ke Rutan Cipinang

Apa yang disampaikan Fredrich tidak sepenuhnya keliru. Sebab, kalau berada satu rutan bisa saja mereka bekerja sama ketika keduanya dihadirkan dalam sidang. Hal itu terjadi pada Kamis (3/5). Novanto dijadikan saksi untuk mantan kuasa hukumnya.

Jaksa Takdir mengatakan selain Novanto, ada pula dokter RS Medika Permata Hijau Glen S. Dunda dan isteri Novanto, Deisti Astriani Tagor yang bersaksi.

Sebelumnya, Fredrich membantah pernah membuat skenario untuk mengirimkan hantu gunung dan membuat Novanto menjadi gila di ruang sidang. Informasi ini terungkap dalam sidang dokter Bimanesh Sutarjo pada pekan lalu.

Jaksa memutar rekaman pembicaraan antara Fredrich dengan seseorang yang bernama Victor. Mereka juga menampilkan transkrip pembicaraan keduanya.

“Saya sekaligus menantang, kalau ada orang yang mau menyantet saya silakan. Saya percaya Allah melindungi saya. Saya gak pernah percaya terhadap hal-hal seperti itu, apalagi mengatakannya,” kata Fredrich kepada media pada Senin (30/4).

(Sumber : news.idntimes.com)

Baca Juga :