Gadis Ini Nikahi Pria yang Menenangkannya Saat Menangis di Mal

REKANBOLA – Cara Allah mempertemukan jodoh terkadang sulit untuk diduga.

Jodoh itu ada di tangan Allah SWT. Ke mana pun pergi, kalau sudah jodoh, tak lari ke mana.

Selain itu cara Allah mempertemukan jodoh terkadang sulit untuk diduga. Hal itu telah dibuktikan oleh seorang gadis Malaysia bernama Nur Afilah Amir Rusdi.

Gadis berusia 24 tahun ini bertemu jodohnya saat sedang menangis sendirian di mal. Untuk lebih lengkapnya, mari kita ikuti kisah Nur Afilah atau akrab disapa Fila di bawah ini:

Menangis di Mal

Sore itu Fila sedang duduk sendirian di sebuah kafe di Pavilion Mall. Dia menangis karena sedang kesal dengan teman satu kamarnya.

Namun Fila terkejut ketika tiba-tiba ada seorang lelaki datang dan berusaha menenangkan dirinya.

” Saya sedang menangis ketika tiba-tiba seorang pria mendekati saya. Dia berusaha menenangkan saya,” katanya.

Awalnya Fila merasa takut dan khawatir karena saat itu dia sendirian. Namun setelah melihat kesopanan dan ketulusan pria itu, Fila malah tersentuh.

Fila merasa yakin bahwa inilah takdirnya, dan Allah telah membawa pria itu kepadanya.

Jodoh Berasal dari Afrika Barat

Pria yang menjadi jodoh Fila bernama Adama Mohamed Camara. Dia berasal dari Republik Guinea, Afrika Barat.

Pemuda 26 tahun itu sedang kuliah untuk mendapatkan gelar Master di Universiti Sultan Zainal Abidin di Terengganu.

Ketika ditanya, Adama mengatakan dia tertarik dengan kecantikan dan kepribadianFila. Adama bilang Fila gadis yang cerdas.

” Yang saya suka dari Fila adalah dia gadis yang cerdas, baik dan bijaksana,” kata Adama.

Adama mengaku telah melakukan perjalanan ke banyak tempat tetapi belum pernah melihat wanita secantik Fila.

 

Yang Bikin Jatuh Cinta

Fila, yang berasal dari Kampung Raja, Jitra, Kedah mengatakan Adama adalah pria impiannya.

Baca Juga:   5 Contoh Kebijakan Kepala Daerah yang Toleran Abis. Bukti Kalau Negara Ini Masih Punya Harapan

” Dia baik, peduli, cerdas, dan sabar. Selain itu, dia juga seorang pria yang religius dan berorientasi keluarga,” kata Fila.

Sifat-sifat itulah yang membuat Fila semakin jatuh cinta pada Adama.

Setelah dua bulan berkenalan, Adama mengajak Fila untuk pergi umroh.

Namun, Fila menolak ajakan Adama dengan halus karena mereka belum menikah.

Umroh Berujung Menikah

Rupanya, ajakan umroh yang ditolak tersebut ‘berbuntut panjang’. Mereka pun mulai berdiskusi tentang pernikahan.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk menikah. Fila mengajak Adama untuk bertemu orangtuanya.

Permintaan mereka untuk menikah mendapat restu dari orangtua Fila.

” Adama minta restu kepada ayah untuk menikah. Ayah bilang jika urusan kuliah selesai, kalian boleh menikah,” kata Fila.

Fila menambahkan ayahnya adalah tipe orang orangtua yang hati-hati dan penuh perhitungan.

” Jika ayah menyetujui pernikahan ini, saya percaya dengan keputusannya,” katanya.