Gagal di Piala Dunia 2018, Klinsmann Tuntut Jerman Bersinar di Piala Eropa 2020

Rekanbola – Performa timnas Jerman selama Piala Dunia 2018 kemarin terbilang mengecewakan. Maka dari itu, Jurgen Klinsmann selaku legenda meminta sang pelatih, Joachim Low, untuk memutar balikkan keadaan di Piala Eropa 2020 mendatang.

Low merupakan suksesor Klinsmann yang memutuskan untuk tidak memperbaharui kontraknya sebagai pelatih di timnas Jerman. Keputusan itu tepat, sebab Low berhasil membawa Die Panzer juara Piala Dunia 2014 silam.

Namun, posisinya sempat terancam lantaran Jerman tampil sangat buruk di Piala Dunia 2018 lalu. Berstatus sebagai juara bertahan, Thomas Muller dkk bahkan harus tersingkir sejak kompetisi baru bergulir di fase grup.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

 

Tuntutan untuk Low

Setelah didera rumor pemecatan, posisi Low lalu dipastikan aman oleh federasi sepak bola Jerman. Oleh karena itu, Klinsmann meminta sang pelatih untuk membawa Jerman tampil gemilang selama Piala Eropa 2020 nanti.

“Minial, [dia harus] mencapai babak semifinal Piala Eropa,” ujar Klinsmann kepada Sport Bild.

“Saya pikir rasa lapar itu masih dimilikinya. Siapa yang tidak ingin ini di dalam CV-nya: Juara Eropa!” lanjutnya.

 

Generasi Emas Jerman

Dengan gelar Piala Dunia 2014 serta Piala Konfederasi 2017, Jerman digadang-gadang sedang berada di masa keemasannya. Sayangnya, hal itu tidak terbukti kala pasukan Joachim Low sedang beraksi di Rusia kemarin.

Tetapi, Klinsmann meyakini bahwa generasi emas Jerman masih belum habis. Ia meminta para pemain harus bangkit dan mengemban tanggung jawab karena penampilan buruk tersebut.

“Generasi yang memenangkan Piala Dunia di Brasil 2014, serta tim muda yang menjuarai Piala Konfederasi 2017 berhutang jawaban. Potensinya ada, tetapi mereka harus menunjukkan keberanian,” pungkasnya.

Baca Juga:   Sang Anak Prediksi Simeone Bakal Latih Inter Milan

Dalam sesi wawancara itu, Klinsmann juga mengkritik Bundesliga yang tidak menunjukkan perkembangan berarti. Ia meyakini kompetisi tertinggi di Jerman tersebut sudah tertinggal jauh dari Serie A dan Ligue 1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *