Gagal Transfer Rp 10 Juta Bikin Foto Alat Vital Perangkat Desa Tersebar

Rekanbola – Tersebarnya foto alat vital seorang perangkat desa di Jombang bernama Siswanto di media sosial diketahui merupakan buntut dari aksi pemerasan.

Siswanto bahkan telah melaporkan kasus pemerasan itu kepada Polsek Tembelang, yang saat ini tengah mengusut siapa orang di balik aksi pemerasan tersebut. Kabarnya Siswanto diperas oleh wanita yang dikenalnya baru-baru ini.

Hal ini dibenarkan Kapolsek Tembelang AKP Ismono Hadi. Pelaku mengancam akan menyebarkan foto asusila Siswanto jika tak mengirim sejumlah uang.

Awalnya permintaan ini dituruti oleh Siswanto. Dimulai pada tanggal 16 Agustus 2018 silam, Siswanto mengaku sempat mentransfer uang sebesar Rp 300 ribu ke sebuah rekening bank atas nama Nurul Arifin.

“Permintaan uang serupa terus dilakukan oleh perempuan dimaksud, tapi sudah tidak dipenuhi oleh yang bersangkutan,” kata Ismono kepada rekanbola, Selasa (18/9/2018).

Tiga hari kemudian atau pada tanggal 19 Agustus 2018, Ismono melanjutkan, wanita yang belum diketahui identitas aslinya itu kembali mengancam Siswanto. Kali ini pelaku meminta ditransfer uang Rp 10 juta.

Namun karena permintaan ini tak dipenuhi oleh Siswanto, pelaku mengunggah rekaman video dan foto alat vital perangkat Desa Kedungotok itu ke akun Facebook seseorang dengan nama Puput Putri pada tanggal 22 Agustus 2018 lalu.

“Foto dan video itu akhirnya beredar ke warga Kedungotok dan sekitarnya,” terang Ismono.

Warga yang mengetahui tentang adanya foto tak senonoh ini kemudian menggelar aksi protes ke kantor desa setempat, Senin (17/9). Warga menilai Siswanto tak layak menjadi perangkat desa lantaran berbuat asusila. Terlebih lagi, foto itu diambil di ruang pertemuan kantor desa setempat dan yang bersangkutan terlihat masih mengenakan seragam dinasnya.

Baca Juga:   Gelombang Panas Jepang Renggut 57 Nyawa, 18 Ribu Orang Sakit