Gandeng pemda, cara Net1 Tambah jaringan 4G di daerah pelosok

REKANBOLA.COM – Net1 Indonesia, penyedia layanan mobile broadband 4G, bekerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah mulai dari kota, kabupaten, hingga provinsi untuk menyediakan akses data broadband bagi masyarakat khususnya di daerah suburban dan pelosok.

Hingga kini pemerintah daerah yang sudah bekerja sama, antara lain Kabupaten Musi Banyuasin (MuBa), Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kota Tual, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kabupaten kepulauan Sangihe, Kabupaten Teluk Bintuni, dan Kabupaten Kaimana. Mereka telah meneken Memorandum of Understanding (MoU) bersama-sama Net1untuk membangun infrastruktur komunikasi berbasis 4G di Indonesia.

Larry Ridwan, CEO Net1 Indonesia, mengungkapkan kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah ini telah dimulai sejak 2017.

“Kerja sama ini juga menjadi langkah awal Net1 Indonesia untuk bisa memenuhi kebutuhan akses data bagi 260 juta penduduk Indonesia yang tersebar di lebih dari 140 ribu pulau di Indonesia,” ujar Larry, Senin (21/5).

Net1 Indonesia bukanlah pemain baru di industri telekomunikasi Indonesia. Sebab Net1 Indonesia merupakan nama merek dagang layanan telekomunikasi dari PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI).

STI memiliki lisensi nasional dengan mengandalkan frekuensi 450 MHz dan teknologi 4G LTE (Long Term Evolution). Layanan STI kini Sudah menjangkau 19 provinsi. Keunggulan layanan Net1 adalah karakteristik frekuensinya rendah 450 MHz, sehingga sangat cocok diaplikasikan untuk daerah-daerah yang memiliki wilayah yang luas dan kepadatan yang rendah.

Sejak Desember 2015, STI bekerja sama dengan ICE Group (sebelumnya bernama AINMT International Holdings BV), perusahaan telekomunikasi internasional yang berbasis di Skandinavia. Kerja sama INI untuk memperluas dan meningkatkan jaringan nirkabel.

Pada September 2016, STI berhasil mengantongi izin untuk menggelar jaringan 4G LTE di frekuensi 450 MHz secara nasional. Komitmen STI untuk mewujudkan pemerataan akses internet berkualitas sampai ke pelosok melalui layanan Net1 Indonesia telah resmi dan telah menjalani proses Uji Laik Operasi.

Baca Juga:   Sri Mulyani ke Penerima Beasiswa LPDP: Jangan Khianati Indonesia!

Dengan karakteristik jangkauan yang luas, STI akan lebih fokus membawa layanan 4G LTE ke daerah pedesaan dan suburban. Frekuensi 450MHz dinilai sangat cocok untuk negara kepulauan seperti Indonesia yang memiliki populasi penduduk tersebar secara geografis. STI optimis memiliki kemampuan untuk menyediakan akses jaringan LTE-450MHz untuk 260 juta penduduk Indonesia yang tersebar di lebih dari 14.000 pulau.