Gattuso Tanggung Jawab Atas Kekalahan AC Milan

Rekanbola – Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso, mengakui jika timnya tidak bermain baik pada laga melawan Real Betis. Sebagai pelatih, Gattuso pun mengambil tanggung jawab lantaran timnya kembali menelan kekalahan.

AC Milan menelan kekalahan memalukan lawan Real Batis pada babak penyisihan grup Liga Europa. Bermain di San Siro, Jum’at (26/10) dini hari WIB, Milan kalah dengan skor 2-1 atas klub La Liga tersebut.

Real Batis bahkan mampu unggul dua gol lebih dulu lewat Antonio Sanabria dan Giovani Lo Celsco. Milan baru mampu memperkecil kedudukan pada menit ke-83 dari aksi Patrick Cutrone. Pada waktu yang tersisa, Milan tidak mampu mendapat gol tambahan dan kalah 2-1.

Kekalahan atas Real Betis menjadi yang kedua bagi Milan secara beruntun. Pada akhir pekan lalu, Milan secara dramatis kalah dari Inter Milan pada laga derby della madonnina dengan skor 1-0. Gol Inter Milan dicetak Mauro Icardi.

 

Tanggung Jawab Gattuso

Gennaro Gattuso melihat hasil ketika melawan Real Betis merupakan dampak dari kekalahan atas Inter Milan. Milan masih belum bisa move on usai kalah pada laga derby. Namun, Gattuso mengambil alih setiap tanggung jawab atas hasil buruk yang terjadi.

“Hasil melawan Inter Milan bukan sebuah bencana, tapi tentu hal tersebut membuat pelatih susah tidur. Itu adalah salah satu penampilan terburuk kami, kami terlihat bermain seperti ketika kalah dari Verona,” ucap Gattuso pada Sky Sports.

“Kami tidak melihat upaya apa pun dari sektor gelandang, kami terlalu sering mengumpan ke belakang daripada ke depan. Tim tidak berjalan, tapi saya orang pertama yang bertanggung jawab. Saya harus mencari solusi,” tegas Gattuso.

Baca Juga:   Madrid Terpuruk Bukan Hanya karena Kepergian Ronaldo

 

Sudah Siap Dipecat?

Pasca kekalahan melawan Inter Milan, mulai muncul rumor bahwa Gennaro Gattuso akan segera dipecat oleh direksi Milan. Kondisi makin parah ketika Milan kalah dari Real Betis. Gattuso pun siap jika memang itu harus dia hadapi.

“Yang benar adalah saya pantas untuk di kritik dan menjadi bahan perdebatan. Saya melatih sebuah klub yang hebat, malah terjadi bukan pada para pemain, tapi masalah ada pada saya,” tutup pelatih berusia 48 tahun.