Gerakan Ganti Presiden Tak Laku di Kandang Banteng

Rekanbola – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan meyakini partainya akan mengulangi sukses besar pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 di Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, survei terakhir menunjukkan elektabilitas partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu di Jawa Tengah mengungguli kontestan lainnya.

Berpidato pada Rapat Konsolidasi DPC PDIP Kabupaten Cilacap, Minggu (24/11) malam, Hasto menyatakan elektabilitas partai berlambang kepala banteng itu cukup signifikan untuk menjadi pemenang lagi di Jateng. “Survei terakhir elektabilitas PDI Perjuangan di Jawa Tengah mencapai 46 persen,” katanya disambut aplaus peserta rapat.

Hasto mengunjungi DPC PDIP Cilacap dalam rangka Safari Politik Kebangsaan II yang menyusuri wilayah Jawa bagian selatan. Ketua DPP PDIP Djarot S Hidayat juga ikut dalam safari itu.

Dalam kesempatan itu Hasto juga mengapresiasi kiprah Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto. Menurutnya, Pacul -panggilan akrab Bambang- telah sukses mengonsolidasikan kekuatan PDIP di Jateng.

“Beliau (Bambang Pacul, red) adalah senior saya. Mas Bambang menguasai peta politik hingga sangat detail,” ujar Hasto.

Menurut Hasto, kinerja Pacul sudah berkali-kali terbukti di Jateng baik saat pileg, pilkada ataupun pemilihan presiden (pilpres). “Karena itu gerakan ganti presiden tak laku di Jawa Tengah,” kata Hasto.

Sedangkan Djarot dalam arahannya meminta para kader PDIP tak lekas puas dengan hasil survei yang menempatkan partai berlambang kepala banteng itu memiliki elektabilitas tertinggi. Menurutnya, para kader PDIP justru harus menggenjot pendekatan ke masyarakat di akar rumput.

Djarot menegaskan, selama ini yang sangat berperan dalam menjaring suara untuk PDIP adalah pengurus di tingkat pengurus anak cabang (kecamatan), ranting (desa/kelurahan) dan anak ranting (dusun). “Ini yang membuat nama PDI Perjuangan harum,” ujar Djarot.